-
Hukrim

Pembuang Bayi Kembar Ditangkap Polisi, Ternyata Ini Penyebabnya

39
×

Pembuang Bayi Kembar Ditangkap Polisi, Ternyata Ini Penyebabnya

Sebarkan artikel ini
-

SAMPIT/tabengan.co.id- Kerja keras aparat Polres Kotawaringin Timur untuk mengungkap siapa pelaku pembuang bayi kembar di Baamang akhirnya membuahkan hasil. Pelaku yang diduga pembuang bayi kembar tersebut adalah perempuan berinisial NR (25), ibu kandung kedua bayi itu sendiri.


Kapolres AKBP Mohammad Rommel mengungkapkan, tersangka mengaku tega melakukan perbuatan tersebut karena takut dimarahi suaminya. Sebab sebelumnya sang suami sudah mewanti-wanti agar mereka tidak punya anak lagi.


Petugas menjemput tersangka di rumah kerabatnya di Jalan Samekto Kelurahan Baamang Hulu Kecamatan Baamang, Rabu (18/3/2020) sekitar pukul 21.00 WIB, tidak jauh dari dia membuang bayi kembarnya, dekat Depo Pertamina.


“Kasus ini masih kami dalami. Sejauh ini dia mengaku membuang bayinya karena takut dimarahi suaminya. Tersangka akan dijerat dengan Pasal 305 atau 308 KUHP. Dia masih diperiksa oleh penyidik, sekaligus bersama sejumlah saksi,” kata Rommel, tadi malam.


Selama ini tersangka tidak mengakui dirinya sedang hamil. Kepada suaminya, dia mengatakan badannya memang sedang gemuk karena berat badannya bertambah.


Pelaku melahirkan bayi kembar laki-laki tersebut saat suaminya berangkat ke Palangka Raya. Dia melahirkan bayi itu sendiri tanpa bantuan bidan pada Selasa (17/3/2020) dini hari.
Setelah melahirkan, dia sempat beberapa kali menyusui kedua bayi yang baru dilahirkannya itu. Dia mengaku sangat takut dimarahi suaminya karena melahirkan lagi sehingga dia berpikir membuang bayi kembar tersebut. Niat itu akhirnya dilaksanakannya pada Selasa sekitar pukul 21.30 WIB.


Usai membuang bayi kembar tersebut tersangka berdiam diri di rumah. Dia mengaku memang berharap ada orang yang menemukan dan merawat anak ketiga dan keempatnya itu.


Kapolres Kotim bersama Kepala Satuan Reserse Kriminal AKP Ahmad Budi Martono dan Kapolsek Baamang Iptu Paramita Harumi langsung datang ke lokasi, saat kasus ini terungkap. Awalnya tersangka tidak mengakui perbuatannya dengan berbagai dalih.


Setelah polisi memanggil bidan untuk memeriksa kondisinya, perempuan yang sudah mempunyai dua anak yakni laki-laki dan perempuan ini akhirnya mengaku bahwa bayi laki-laki kembar itu adalah bayi yang dilahirkannya, kemudian dibuangnya dalam kardus bekas di tempat pembuangan sampah. c-arb

-
-
-