Spirit Kalteng

Jalan Rusak, Angkutan BBM di Kalteng Terganggu

24
×

Jalan Rusak, Angkutan BBM di Kalteng Terganggu

Sebarkan artikel ini
Rusaknya ruas jalan provinsi Pulang Pisau-Bahaur, Kabupaten Pulang Pisau, mengakibatkan terganggunya suplai BBM di Kalteng. ISTIMEWA

PALANGKA RAYA/tabengan.co.id– Kerusakan jalan provinsi di beberapa daerah masih saja terjadi. Salah satunya, ruas jalan provinsi menuju Pelabuhan Bahaur. Padahal, jalan tersebut merupakan jalur utama angkutan bahan bakar minyak (BBM) PT Pertamina untuk disalurkan ke beberapa wilayah di Kalimantan Tengah.

Pantauan Tabengan, seminggu belakangan ini tampak pula salah satu unit truk angkutan BBM terjebak dalam lubang jalan yang berlumpur, sehingga membuat antrean panjang dan ketidaknyamanan pengendara roda 4 dan roda 2. Bahkan, tampak antrean truk pengangkut BBM. Kondisi tersebut juga sangat dikeluhkan pengguna jalan yang lain.

Saat dikonfirmasi, Unit Manager Commrel dan CSR MOR VI Pertamina, Susanto August Satria mengatakan, pihak Pertamina akan meninjau langsung ke lapangan. Pria yang akrab disapa Satria berharap, hal tersebut dapat segera diatasi, sehingga tidak mengganggu arus pengiriman BBM.

Menurut Satria, langkah PT Pertamina dalam situasi ini akan melakukan perbaikan-perbaikan di spot-spot yang rusak agar mobil tangki BBM tetap bisa beroperasional melayani kebutuhan BBM di Kalteng.

Terkait kelancaran distribusi BBM hingga saat ini,  pihak Pertamina melakukan upaya semaksimal mungkin agar kegiatan distribusi BBM tidak terganggu.
“Distribusi BBM tidak boleh terhambat karena merupakan kebutuhan penting  masyarakat. Perbaikan-perbaikan di titik-titik yang parah dilakukan Pertamina agar truk tangki tetap beroperasi melayani kebutuhan energi. Harapannya, jalan dapat diperbaiki oleh instansi terkait yang mempunyai kewenangan,” tandasnya.

 

Aktivitas Pelabuhan Bahaur Meningkat?

Kondisi jalan provinsi Pulang Pisau-Bahaur, Kabupaten Pulang Pisau, kian parah. Padahal, ruas tersebut jalan utama yang dilintasi 4 kecamatan di Pulpis, yakni Kecamatan Kahayan Hilir, Maliku, Pandih Batu dan Kahayan Kuala.

Ruas jalan tersebut menjadi jalur lintas keluar masuknya perekonomian masyarakat setempat, apalagi dengan berkembangnya kemajuan pembangunan daerah, termasuk adanya Pelabuhan Laut Bahaur dari Pulpis menuju Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, aktivitas masyarakat pun makin meningkat. Kapal Laut KMP Drajat Paciran juga telah operasional dan terus mengangkut barang dan penumpang di Bumi Handep Hapakat.

Dani, salah satu sopir truk yang kebetulan melintasi jalan tersebut mengeluhkan kondisi ruas jalan provinsi Pulpis-Bahaur yang kian parah. Ditambah cuaca yang sering turun hujan, menurutnya semakin membuat lubang-lubang besar dan menjadi kubangan lumpur.

“Makin parah jalannya, saya saja harus ekstra hati-hati melintasi jalan itu, karena jalan yang licin dan berlumpur, dan jika kita kurang mawas, bakal terjebak. Harapan kami, agar ini bisa diperhatikan dan cepat diperbaiki, karena jalur ini satu-satunya yang kita lewati dari dan menuju ke beberapa kecamatan  baik itu ke Maliku, Pandih Batu maupun ke Bahuar atau ke Sebangau,” harap Dani, sembari melanjutkan perjalanannya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pulpis Supriyadi mengatakan, aktivitas di Pelabuhan Bahaur terus meningkat. Baru saja pada Sabtu, 5 Maret 2022 pukul 18.00 WIB, Kapal KMP Drajat Paciran kembali berangkat dari Pelabuhan Penyeberangan Bahaur, Kecamatan Kahayan Kuala, menuju Pelabuhan Paciran, Lamongan.

“Untuk jumlah penumpang dan kendaraan yang berangkat dari Pelabuhan Penyeberangan Bahaur sebanyak 670 orang, kendaraan roda dua 1 unit, Roda empat 3 unit, truk fuso 13 unit, dan truk tronton 1 unit,” beber Supriyadi.
Untuk mengantisipasi kerawanan kamtibmas di Pelabuhan Bahaur, terkait keberangkatan kapal tersebut, maka personel Polsek Kahayan Kuala beserta Dishub Kabupaten Pulpis melakukan pengamanan dan pemeriksaan terhadap barang bawaan serta surat-surat kendaraan milik penumpang yang akan naik kapal KMP Drajat Paciran menuju Paciran Jawa Timur guna mengantisipasi adanya barang-barang terlarang dan berbahaya yang dibawa oleh penumpang.

“Demi memutuskan mata rantai virus Corona, Tim Kesehatan Puskesmas Bahaur Tengah dan KKP Palangka Raya didampingi pihak Polsek, TNI dan Dishub melakukan cek poin, yaitu pengecekan suhu tubuh dan surat rapid tes antigen yang dibawa oleh penumpang,” jelas Supriyadi.

Selama proses naiknya penumpang dan pemeriksaan yang dilakukan oleh Polsek Kahayan Kuala dan Dishub, kata Supriyadi, tidak ditemukan adanya barang bawaan penumpang yang berbahaya, serta kendaraan yang tidak mempunyai surat-surat dan identitas penumpang yang mencurigakan.

“Selama pelaksanaan cek poin dan pemeriksaan di tempat yang dilakukan oleh tim kesehatan Puskesmas Bahaur Tengah tidak ditemukan pelanggaran protokol kesehatan serta tidak ditemukan penumpang yang mendapatkan hasil rapid tes antigen reaktif atau positif,” jelas Supriyadi.

Dengan kian meningkatnya aktivitas keluar masuk kapal penumpang di Pelabuhan Bahaur, maka sudah semestinya Pemerintah Provinsi Kalteng maupun Pemerintah Pusat memerhatikan jalur utama keluar masuknya perekonomian daerah. Apalagi Bumi Handep Hapakat juga menjadi salah satu Program Strategis Nasional (PSN) Food Estate, sehingga keberadaan jalan tersebut selayaknya mendapat perhatian lebih. dsn/c-mye

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *