+Diduga Stres, Pria Pengangguran Gantung Diri
KASONGAN/tabengan.co.id – Kasus bunuh diri kembali terjadi di Kabupaten Katingan. Sebelumnya pada bulan Febuari hingga Maret 2022 sudah ada 5 warga Katingan yang mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, kali ini kasus tersebut bertambah menjadi 6 korban, setelah pada Senin (18/4/2022) ditemukan seorang warga Tumbang Samba Kecamatan Katingan Tengah gantung diri.
Kapolres Katingan AKBP Paulus Sonny Bhakti Wibowo SIK melalui Kapolsek Katingan Tengah Iptu Affan E Batubara membenarkan, dugaan adanya salah seorang warga Desa Samba Kahayan ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri, yakni H (29) pada Senin, sekitar pukul 17.30 WIB di barak tempat tinggalnya.
“Pada saat itu paman korban I dan ayah korban FR sekitar pukul 17.00 WIB mengetuk pintu barak tempat korban tinggal, namun tidak respon dari dalam. Lalu mengintip lewat jendela, namun juga tidak melihat korban berada di Kasur. Merasa curiga paman dan ayah korban mencongkel jendela agar bisa masuk. Saat pintu sudah terbuka, keduanya terkejut melihat korban dalam posisi tergantung dengan tali menjerat lehernya,” kata Iptu Affan.
Lanjutnya, saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia, kemudian keluarga korban langsung menghubungi pihak Polsek Katingan Tengah, dan anggota langsung berangkat menuju tempat kejadian.
“Menurut keluarganya, setiap korban menenggak minuman keras selalu mengamuk dan sering kali mencoba bunuh diri dengan cara menikam dan menyayat tubuhnya sendiri.
Atas kejadian tersebut, keluarga mengikhlaskan dan bersedia untuk membuat surat pernyataan tidak melanjutkan kasus tersebut ke jalur hukum,” terang Iptu Affan
Menurut Iptu Affan, dari hasil visum pihak Puakesmas bahwa korban murni meninggal dunia karena gantung diri.
Camat Katingan Tengah Yobie Sandra juga mengatakan, sebelumnya ditemukan meninggal dunia, korban sering bolak balik ke rumah orang tuanya, namun pada hari itu korban tidak ada ke rumah orang tuannya, sehingga orang tuannya cemas dan datang ke barak tempat tinggal korban.
“Korban tinggal sendiri di barak karena istrinya bekerja di Kereng Pangi Kecamatan Katingan Hilir, sedangkan korban belum memiliki pekerjaan sehingga pelariannya ke hal -hal yang negatif. Dari pengakuan keluargannya, korban pernah mengatakan nantinya ada yang akan gantung diri, dan bahkan sebelum kejadian, korban juga ada menghubungi isterinya melalui pesan WA pada Minggu (17/4) sekitar pukul 23.00 WIB, dengan pesan meminta pulsa namun tidak ada respon dari istrinya, mungkin saat itu istri korban sudah tidur. Akibatnya, korban malah menulis pesan WA dengan kata-kata “Menunggu kabar saja bahwa dirinya ingin mati saja dan besok akan dikubur,” ungkap Yobie.
Sebelumnya Sekda Katingan Fransang telah mengimbau agar tidak ada lagi warga Katingan yang mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri.
“Saat mempunyai masalah baik kondisi ekonomi, kesehatan maupun permasalahan lainnya agar bisa diselesaikan dengan baik dan minta petunjuk atau konsultasi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, RT, tetangga setempat atau tokoh-tokoh yang telah ditunjuk oleh Pemerintah untuk berkonsultasi,” imbau Sekda.
Sekda berharap tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat agar dapat memberikan penyuluhan terkait dengan kasus bunuh diri dimana perbuatan tersebut dilarang agama. c-sus











