+Potensi Lonjakan Masih Ada, Pelaku Perjalanan Diminta Ikuti Aturan Mudik
PALANGKA RAYA/tabengan.co.id-Pemerintah sudah memperbolehkan masyarakat untuk melakukan mudik di hari raya idul Fitri tahun ini. Kendati demikian sejumlah persyaratan diberlakukan seperti wajib vaksin dosis lengkap maka tidak perlu lagi membawa surat keterangan bebas tes covid. Kemudian wajib memakai masker dan tidak membuka masker selama dalam transportasi.
Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Cabang Kalimantan Tengah (Kalteng) Rini Fortina, SKM,.MKes menyampaikan, masyarakat yang akan melakukan mudik diingatkan untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan karena potensi terjadinya lonjakan kasus tetap ada.
“Bagi yang mudikpun yang penting syarat-syaratnya itu diikuti karena virusnya masih tetap berbahaya dengan adanya mutasi virus yang masih terus berlangsung, lonjakan kasus tetap ada tapi dia tetap akan menghilang, jadi jangan khawatir. Ini yang namanya newnormal berdampingan dengan penyakit. Namun perlu digarisbawahi kita masih belum endemi karena status pandemi masih belum dicabut oleh otoritas kesehatan dunia dalam hal ini WHO. Sejumlah negara seperti di China kasusnya kembali meningkat,” kata Rini, Selasa (26/4/2022).
Menurut Rini vaksin di setiap daerah terutama yang terbesar di empat daerah sudah diatas 100 persen dari target 75 persen dari jumlah penduduk. Namun dari perhitungan mereka, jumlah pendudukan yang sebenarnya di Kalteng sudah diatas 85 persen sehingga secara imunitas sudah memenuhi syarat sebagai terbentuknya imunitas secara kelompok (Heard Immunity). Dari situ kekuatan sudah banyak sekali, apalagi ditambah dengan booster.
Kemudian dari sisi penularan penyakit, di beberapa daerah kadang-kadang muncul, sehingga potensi penularan penyakit ini masih ada tetapi cepat juga menghilang, berbeda dengan pada saat adanya varian delta bertahan lebih lama. Sementara lonjakan Omicron cepat sekali menyebar dan kasusnya melonjak derastis, tetapi cepat juga menurun.
“Itu tandanya kekebalan tubuh secara kelompok sudah terbentuk, sehingga walaupun ada lonjakan-lonjakan itu, cepat juga menghilang. Artinya kekuatan virus atau virulensinya masih tinggi dan masih berbahaya tetapi yang melindungi kita adalah vaksin itu,” kata Rini.
MUDIK
Lonjakan di Bandara Tjilik Riwut
Menjelang mudik lebaran H-7, aktivitas pergerakan orang yang masuk ke Palangka Raya sudah mulai ada peningkatan. Dari hasil pantauan pihak Angkasa Pura II Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya sudah ada lonjakan jumlah penumpang.
Executive General Manager AP II Bandara Tjilik Riwut Eries Harmawandi menyampaikan, peningkatan penumpang sebanyak 30 persen didominasi dari Kota Jakarta dan Surabaya. Diperkirakan puncaknya pada H-3 terjadi lonjakan drastis. Kendati mulai ada lonjakan penumpang namun belum ada informasi terkait penambahan pesawat (Extra Flight).
“H-7 sudah terlihat ada lonjakan, biasanya puncaknya itu H-3 sebelum hari raya. Harapan kami agar penumpang tetap menjaga kesehatan protokol kesehatan yang ketat dan mengikuti ketentuan yang berlaku,” kata Eries, Senin (25/4).
Sementara itu salah satu syarat bagi yang mau melakukan mudik diwajibkan vaksinasi booster. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dr Suyuti Syamsul menyampaikan, vaksinasi dosis tiga di Kalimantan Tengah sudah mencapai 15 persen, sementara itu targetnya 30 persen dari jumlah penduduk di Kalteng.
“Dosis tiga memang terjadi peningkatan. Kalau dosis satu dan dua sudah hampir 100 persen. Targetnya untuk dosis tiga memang tidak tinggi hanya 30 persen sementara di Kalteng sudah 15 persen. Mudah-mudahan selesai arus mudik dan arus balik bisa capai target. Kami mengapresiasi seluruh komponen bangsa ini dalam rangka mendorong percepatan vaksinasi,” kata Suyuti, Senin .











