Spirit Kalteng

20.043 Pemudik Masuk Pelabuhan Kumai

22
×

20.043 Pemudik Masuk Pelabuhan Kumai

Sebarkan artikel ini
TABENGAN/YULIANTINI ARUS BALIK- Suasana arus balik Lebaran di Pelabuhan Panglima Utar Kumai, Kobar.

PANGKALAN BUN/tabengan.co.id – Sejak H+2 Lebaran Idul Fitri 1443 Hijriah, hingga H+15, jumlah pemudik yang masuk ke Pelabuhan Panglima Utar Kumai mencapai angka 20.043 penumpang. Kedatangan para pemudik diangkut oleh 10 armada.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Kumai Hary Suyanto mengatakan, pemudik mulai berdatangan mulai 5 Mei 2022 hingga 18 Mei 2022, baik dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya maupun Pelabuhan Kendal.
“Angkutan arus balik dari tiga operator yakni PT Pelni, Darma Lautan Utama (DLU) dan ASDP, akan mengangkut 20.043 penumpang, dengan jumlah armada sebanyak 10 armada dan 28 kunjungan (Call),” kata Hary, Senin (9/5/2022).
Dijelaskan dia, untuk PT Pelni mengerahkan 5 armada yakni KM Kelimutu, KM Lawit, KM Awu, KM Bukit Raya dan KM Leuser. Sedangkan armada dari DLU ada 4 armada yakni KM Satya Kencana III, Dharma Rucitra 9, Dharma Kencana III dan KM Kirana I. Sementara armada dari ASDP hanya satu, yakni KMP Kalibodri.
“Untuk armada milik PT Pelni akan melakukan kunjungan sebanyak 10 kali dengan mengangkut penumpang sebanyak 11.152 penumpang, armada milik DLU sebanyak 14 kunjungan dengan jumlah penumpang 7.331 dan armada milik ASDP akan melakukan kunjungan sebanyak 4 kali dengan jumlah penumpang 1.560,” ujar Hary.
Sementara, lanjutnya, pada H+2 hingga H+15, jumlah penumpang yang berangkat dari Pelabuhan Panglima Utar Kumai mencapai angka 1.478.
“Kegiatan mudik Lebaran maupun arus balik berjalan dengan lancar, dimana untuk arus mudik Lebaran yang mengguna transportasi laut berjalan lancar. Total masyarakat yang mudik melalui Pelabuhan Panglima Utar sejak H-15 hingga H-1 Lebaran yang mudik sebanyak 16.284 orang,” imbuh Hary.
Hary menambahkan, untuk pengamanan juga ada aparat gabungan dari TNI, Polri, KSOP, Satpol PP, BPBD, Dishub dan sejumlah pihak yang terlibat. Semuanya dikerahkan dari H-15 hingga H+15 mendatang.
Termasuk yang perlu diantisipasi pada saat arus balik, biasanya arus balik ini akan berlangsung lama dan diprediksi lebih banyak dari saat mudik. Karena itu, hal ini yang harus dilakukan antisipasi terkait kedatangan orang dari luar masuk ke Kotawaringin Barat. c-uli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *