-
Spirit Kalteng

PEMINDAHAN SDN 14 PALANGKA-Orang Tua Murid Sampaikan Surat Keberatan ke Disdik

29
×

PEMINDAHAN SDN 14 PALANGKA-Orang Tua Murid Sampaikan Surat Keberatan ke Disdik

Sebarkan artikel ini
ISTIMEWA MENOLAK- Sejumlah warga dan orang tua murid di kawasan Mendawai Kota Palangka Raya, menyatakan sikap menolak dipindahkannya SDN 14 Palangka ke lokasi lain.
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID– Ketidakinginan warga di kawasan Mendawai Kota Palangka Raya, khususnya orang tua murid SDN 14 Palangka soal pemindahan sekolah itu ke sekolah lain, tidak hanya disampaikan melalui lisan. Mereka juga membuat surat pernyataan keberatan kepada Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Wali Kota dan lainnya.

Firman, orang tua murid SDN 14 Palangka yang juga warga Mendawai, mengatakan, surat itu tidak hanya disampaikan pada Disdik maupun Pemko atau Wali Kota, namun juga unsur lainnya. Dia menyebut seperti lurah, camat hingga institusi DPRD, baik kota maupun provinsi, juga diharapkan bisa menindaklanjuti aspirasi warga terkait.

“Kami tetap berharap sekolah itu jangan dipindah, namun bisa dibangun kembali di kawasan tersebut,” ujarnya kepada Tabengan, kemarin.

Pihaknya memaklumi soal penelitian yang menyatakan kawasan itu dinilai rawan dan berbahaya dengan adanya bangunan sekolah serta aktivitas belajar mengajar. Namun, di situ juga banyak perumahan warga yang dibangun dengan menggunakan bahan dasar kayu.

“Kalau memang rawan, kenapa hanya sekolah yang malah akan dipindahkan, bagaimana dengan rumah-rumah penduduk yang juga ada di lokasi tersebut,” ucap Firman.

Maka itu, lanjutnya, kalau bisa bangunan sekolah yang roboh di kawasan SDN 14 Palangka, bisa dibangun atau direhab kembali, tentunya dengan perencanaan yang aman tanpa potensi rawan maupun berbahaya.

Firman juga mengakui, pihaknya bersama orang tua lainnya sempat melakukan mogok tidak ke sekolah dalam satu minggu ini.

“Hasil dari pertemuan tadi, pihak Disdik Kota Palangka Raya tampaknya ngotot akan menggabungkan sekolah dan dimulai besok (hari ini),” ujarnya.

Namun, pihaknya tetap berkeinginan agar bisa dibangun sekolah serupa hanya di kawasan Mendawai. Persoalan yang tidak diinginkan, jauhnya jarak yang ditempuh oleh orang tua murid dalam antar jemput anak sekolah.

Hal lain yang menjadi pertimbangan adalah masalah ekonomi warga setempat, akan berdampak apabila sekolah dipindah, bahkan digabungkan dengan sekolah lainnya. Otomatis biaya bensin dan lainnya, menjadi perhitungan warga apabila harus bolak-balik dari Mendawai ke lokasi lainnya.

Hal serupa juga disampaikan Dewi, warga setempat yang juga orang tua murid. Dia mengakui, jauhnya jarak tempuh menjadi persoalan bagi dirinya.

“Amun tau te kembali ih, awi aku magah anakku kan sakula kejau bara awal ah. (Kalau bisa kembali saja, aku mengantar anak ke sekolah yang lokasi lain jauh dari semula),” ucapnya dengan bahasa Dayak Ngaju.

Sementara itu, Plt Kadisdik Kota Palangka Raya Jayani menuturkan, SDN 14 Palangka dinilai tidak layak karena potensi kerawanan bagi anak-anak sekolah. Apalagi dari penelitian di lapangan, di kawasan itu ada cekungan yang cukup besar, sehingga tanahnya juga rawan digerus air.

“Tidak ada kami mau menutup SDN 14 Palangka, hanya dipindahkan sementara,” ujarnya.

Memang, jelas Jayani, sesuai instruksi Wali Kota, nanti ketika sudah mendapatkan lahan untuk sekolah di kawasan semula, maka akan dibangun kembali.

Dia juga menegaskan, SDN 14 Palangka tidak akan dibangun ke lokasi semula, namun akan dibangun di sekitar kawasan Mendawai juga. drn

-
-
-