Spirit Kalteng

Banjir Terjang 3 Kabupaten

23
×

Banjir Terjang 3 Kabupaten

Sebarkan artikel ini
TABENGAN/JAMUS BANTU WARGA- Anggota Polsek Balai Riam ketika membantu evakuasi warga terdampak banjir.
TABENGAN/YULIANTINI
BANJIR- Kondisi banjir di Desa Sungai Hijau, Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kobar.

PANGKALAN BUN/TABENGAN.CO.ID Banjir kembali menerjang sejumlah daerah di Kalimantan Tengah. Tingginya intensitas hujan beberapa hari terakhir, mengakibatkan rumah-rumah penduduk yang tersebar di 3 kabupaten: Kotawaringin Barat, Sukamara dan Lamandau, terendam air.

Di Kotawaringin Barat, sedikitnya 26 rumah di Dusun 1 RT 9, Desa Sungai Hijau, Kecamatan Pangkalan Banteng, mulai tergenang banjir. Untuk mengantisipasi sesuatu yang tidak diinginkan, jajaran Polsek Pangkalan Banteng melakukan patroli ke rumah warga yang terdampak.

Kapolsek Pangkalan Banteng Iptu Faisal Firman Gani mengatakan,  banjir yang terjadi di Dusun 1 RT 9 disebabkan tingginya curah hujan yang terjadi pada Senin (22/8). Akibatnya, debit air Sungai Hijau pun terus bertambah dan meluap permukiman warga.

“Senin tepat pukul 19.30 WIB, debit air Sungai Hijau terus bertambah dan meluap ke permukiman warga. Begitu curah hujan tinggi, kami terus melakukan patroli dan memantau debit air sungai,”  kata Kapolsek Pangkalan Banteng kepada Tabengan, Senin malam.

Dia menambahkan, saat ini ketinggian air mencapai 1 meter, mengakibatkan 26 rumah yang dihuni oleh 23 KK atau 87 jiwa terdampak banjir. Namun demikian, kondisi fasilitas umum maupun jalan umum masih aman.

“Kami pun berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar. Kami mengkhawatirkan debit air akan bertambah, sebelum tim BPBD Kobar datang ke lokasi banjir, kami pantau terus perkembangannya, sembari menyiapkan fasilitas perahu karet, jika ada warga yang ingin mengungsi ke tempat yang lebih aman,” ujar Faisal.

Sedangkan di Kabupaten Sukamara, banjir menggenangi perumahan warga di Desa Balai Riam, Kecamatan Balai Riam. Ketinggian air mencapai 70 cm. Warga menyebut, banjir terjadi sejak Minggu (21/8) pukul 23.30 WIB. Hingga berita ini ditulis, banjir masih melanda dan berangsur-angsur surut.

“Sekitar jam setengah tujuh sore, sampai Senin siang,” kata salah seorang warga, Andri saat dihubungi pukul 16.00 WIB, Senin (22/8).

Berdasarkan pantauan Tabengan, curah hujan yang cukup deras, mengakibatkan beberapa wilayah Kecamatan Balai Riam yang dataran rendah dan meluapnya aliran sungai, mengalami banjir.

Di antaranya RT 01, RT 04 Desa Balai Riam dan RT 03 Desa Bangun Jaya serta Daerah Aliran Sungai di Desa Lupu Peruca. Sedangkan untuk tinggi air banjir mencapai lutut orang dewasa.

Menyikapi hal itu, jajaran Polsek Balai Riam bersama TNI Koramil Balai Riam dan perangkat Kecamatan Balai Riam bergerak cepat menangani bencana banjir ini.

Kapolsek Balai Riam Ipda Rusman yang sedang bertugas mengatakan, pihaknya terjun langsung ke lokasi banjir untuk melakukan pendataan rumah dan warga yang tergenang banjir, serta membantu mengevakuasi beberapa warga yang rumahnya tergenang untuk berpindah ke tempat keluarga yang tidak terkena banjir.

Sementara di Kabupaten Lamandau, banjir yang menerjang Desa Liku Mulya Sakti, Kecamatan Bulik pada Senin (22/8) pagi lalu, sudah mulai surut. Akses jalan yang semula putus dan tidak bisa dilalui kendaraan, kini sudah mulai bisa dilewati, utamanya kendaraan roda 4 dan roda 6.

“Pada Senin pagi kemarin, memang kendaraan tidak bisa lewat, hanya kendaraan roda 2 yang bisa, itu pun menggunakan bantuan rakit. Tapi pada sore harinya air sudah surut dan sudah bisa dilalui kendaraan roda 4,” ungkap Sekda Lamandau M Irwansyah, Selasa (23/8).

Dia menambahkan, dari hasil pendataan yang dilakukan tim BPBD bersama instansi terkait, setidaknya ada 12 KK di Desa Liku Mulya Sakti yang terdampak banjir.

“Beberapa di antaranya ada yang mengungsi ke rumah kerabat dan ada juga yang ke masjid,” ujarnya.

Sampai saat ini, lanjut dia, Tim BPBD Lamandau bersama TNI Polri masih terus berada di lapangan, agar ketika masyarakat membutuhkan bantuan dapat segera ditindaklanjuti.

Diketahui, selain sejumlah rumah warga, banjir di Desa Liku Mulya Sakti juga merendam kantor desa setempat.

“Kemarin pagi, akses jalan dari dan menuju Desa Mulya Sakti yang tergenang air itu sekitar 150 sampai 200 meter dengan ketinggian air sekitar 1 meter. Tapi alhamdulillah pada sore harinya air sudah semakin surut,” ucap Irwansyah yang juga sebagai Kepala BPBD Lamandau. c-uli/c-jt/c-kar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *