Spirit Kalteng

Ratusan Sopir Demo Tuntut Cabut Subsidi Solar

17
×

Ratusan Sopir Demo Tuntut Cabut Subsidi Solar

Sebarkan artikel ini
TABENGAN/PRAS TUNTUT-Ratusan Sopir truk yang tergabung dalam Asosiasi Logistik dan Forweder Indonesia (ALFI) menggelar aksi demo di Depan Gedung DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Selasa (23/8/2022)

SAMPIT/TABENGAN.CO.ID- Ratusan Sopir truk yang tergabung dalam Asosiasi Logistik dan Forweder Indonesia (ALFI) menggelar aksi demo di Depan Gedung DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Selasa (23/8/2022) lalu.
Demo yang dikemas dalam aksi damai tersebut menuntut kepada pemerintah agar mencabut subsidi solar lantaran dinilai sulit diperoleh, dan diduga kuat hanya bisa didapatkan oleh pihak tertentu.
Sekretaris yang juga Pelaksana Harian DPD ALFI Kalimantan Tengah, Budi Hariono menjelaskan, tuntutan pencabutan subsidi solar mungkin terdengar janggal. Namun ALFI menilai kebijakan itu perlu ditempuh pemerintah agar kegiatan ekonomi, khususnya angkutan barang berjalan lancar.
“Saat ini harga solar bersubsidi di SPBU Rp5.150/liter. Namun untuk mendapatkannya, truk harus antre bahkan sampai dua hari menunggu giliran masuk membelinya di SPBU. Ini solar aja ya, khusus angkutan barang,” terangnya
Kondisi ini yang membuat membeli solar bersubsidi dinilai tidak lagi ekonomis karena sopir menjadi kehilangan potensi pendapatan akibat terlalu lama antre di SPBU. Selain itu, sopir juga mengeluh karena harus mengeluarkan biaya tidak sedikit yang dipungut oknum tertentu dengan dalih pengaturan antrean.
Selain itu pihaknya juga meminta agar premanisme dan pelangsir BBM pada seluruh SPBU bisa ditertibkan bila perlu tidak ada lagi.
Budi mewakili masa aksi kemudian melakukan audiensi di ruang rapat paripurna yang dipimpin langsung oleh Wakil. Ketua I DPRD Kot Rudianur yang dihadiri juga Dinas Perhubungan, dan Pertamina.
Adapun hasil audien diantaranya rekomendasi agar Penyelewengan BBM segera ditindak secara tegas, Tidak ada antrian di SPBU, baik parkir maupun, aksi premanisme, pelangsir SPBU, dan Pertamina memberikan sanksi tegas kepada pertamina yang tidak taat pada aturan. prs

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *