PEMKAB KOTIM

Bupati Pinta Camat dan PKK Kecamatan Fasilitasi Pembentukan Posyandu

24
×

Bupati Pinta Camat dan PKK Kecamatan Fasilitasi Pembentukan Posyandu

Sebarkan artikel ini
FASILITASI-Bupati Kotim Halikinnor ketika menggendong balita di salah satu event (MAYA SELVIANI)

SAMPIT/TABENGAN.CO.ID-Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor menginstruksikan kepada seluruh Camat dan Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan dan Desa agar mendukung dan memfasilitasi keberadaan posyandu.

Menurutnya, salah satu kebijakan Pemerintah dan indikator pembangunan di bidang kesehatan adalah menurunkan kematian ibu dan anak serta menurunkan gizi buruk dan stunting. Sehingga kedepannya generasi penerus adalah generasi yang sehat, cerdas dan berkualitas.

“Salah satu upaya dalam menjaga ibu dan anak tetap sehat adalah dengan mengoptimalkan peran dan fungsi posyandu di masyarakat. Semua tatanan pemerintahan dari pusat hingga ke Desa/Kelurahan diharapkan mampu meningkatkan kuantitas dan kualitas posyandu,” ujarnya, Senin (29/8/2022).

Secara kuantitas, lanjutnya, pihaknya dituntut berupaya agar posyandu setidaknya satu posyandu dapat melayani 80-100 balita. Sedangkan secara kualitas bagaimana posyandu dapat menjadi posyandu aktif atau berada pada strata purnama dan mandiri yakni beroperasi setiap bulan dengan kader minimal lima orang perposyandu. Mampu melaksanakan lima program pokok posyandu, yaitu kesehatan ibu dan anak, gizi, keluarga berencana dan imunisasi dengan cakupan di atas 50 persen serta pencegahan dan penanganan diare, mempunyai program tambahan, melaksanakan program holistik integratif antara posyandu dengan Bina Keluarga Balita (BKB) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dengan didukung sistem informasi posyandu yang baik.

“Saya juga mengingatkan untuk membentuk kelompok kerja operasional , posyandu Kecamatan dan kelompok kerja posyandu Desa/Kelurahan yang pada gilirannya dapat menjalankan peran dan fungsinya dalam meningkatkan strata posyandu untuk mencapai strata purnama dan mandiri atau status posyandu aktif,” terangnya.

Sehingga nantinya, lanjutnya, dapat mengatasi permasalahan kematian ibu dan anak teruatama bayi, gizi buruk, stunting dan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, seperti TBC, hepatitis B , dipteri, pertusis, tetanus, polio dan campak. (C-May)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *