Spirit Kalteng

Kilas Balik Kemajuan UPR Dipimpin Dr Andrie Elia

17
×

Kilas Balik Kemajuan UPR Dipimpin Dr Andrie Elia

Sebarkan artikel ini
Kilas Balik Kemajuan UPR Dipimpin Dr Andrie Elia

*Jadi Pusat Kajian Gambut Dunia

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID– Universitas Palangka Raya (UPR) adalah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tertua dan terbesar di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) yang berdiri sejak 10 November 1963. UPR telah berkontribusi dalam dunia pendidikan, yakni pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan mampu bersaing secara global.

Dalam perjalanan panjang UPR selama 59 tahun, banyak perubahan besar yang terjadi, baik dari segi peningkatan sarana prasarana dan fasilitas perkuliahan, tata kelola administrasi berbasis digital, hingga pencapaian prestasi-prestasi yang tak terhitung jumlahnya, sehingga nama UPR berhasil masuk dalam kategori 100 besar Universitas Terbaik di Indonesia.

Pencapaian tersebut tidak lepas dari usaha, kerja keras dan komitmen seluruh stakeholder yang terlibat dalam civitas akademika, guna mewujudkan UPR Jaya Raya. Apalagi transformasi UPR dalam mengimbangi kemajuan era berbasis digital saat ini, benar-benar bisa dirasakan langsung oleh masyarakat sebagaimana harapan dan cita-cita Rektor UPR Dr Andrie Elia SE MSi.

Andrie Elia resmi ditetapkan sebagai Rektor UPR melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan Kebudayaan, Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemendikbudristek-Dikti) Nomor: 509/M/KPT.KP/2018 tanggal 6 September 2018. Selama kepemimpinannya, Andrie Elia berupaya mengembangkan dan meningkatkan peringkat perguruan tinggi, baik tingkat nasional maupun internasional.

Hal ini dapat dilihat dari usaha dan kerja kerasnya bersama tim yang ada dalam mengembangkan UPR dari segi pembangunan, infrastruktur, penataan sistem manajemen dan akademik yang terus mengikuti perkembangan teknologi, dengan tujuan untuk menjadikan UPR sebagai perguruan tinggi terbaik, menghasilkan SDM berkualitas, bermoral Pancasila dan berdaya saing tinggi.

“Saya ucapkan terima kasih kepada pendiri, pemimpin, dosen, staf, alumni, dan mahasiswa serta semua pihak yang telah membantu mengharumkan nama UPR. Tugas setiap generasi adalah melanjutkan usaha dan jerih payah yang selama ini dibangun oleh para pendahulu, dengan tetap berpegang teguh kepada keluhuran nilai-nilai moral agama dan etika universal yang harus tetap ditanam oleh UPR,” ucapnya.

Dalam bidang akademik, khususnya rekrutmen mahasiswa baru, saat ini UPR mengimplementasikan 3 jalur, SNMPTN, SBMPTN dan SMMPTN. Pada 2019 UPR menerima mahasiswa baru sebanyak 4.305 orang, tahun 2020 sebanyak 4.214 orang dan tahun 2021 sebanyak 5132 orang, dengan capaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) rata-rata 3,24 hingga 3,88 dan terus meningkat tiap tahunnya.

“Berdasarkan grafik perkembangan akademik, setiap tahun selalu terjadi peningkatan IPK mulai dari tahun 2018 hingga 2021, dengan rata-rata 3,24 sampai 3,88. Hal ini menandakan bahwa UPR selalu berusaha untuk meningkatkan prestasi mahasiswa di bidang akademik,” ujar Andrie.

Sedangkan dari sisi kelulusan, grafik kelulusan mahasiswa UPR setiap tahun cenderung stabil pada kisaran 2.000 sampai 3.000 orang per tahun yang dihasilkan dari 3 kali penyelenggaraan proses wisuda setiap tahun.

“Berdasarkan persentase jumlah lulusan dengan masa studi dari 2018 hingga 2022, di bawah 5 tahun adalah 57 persen dengan masa studi 5 sampai 6 tahun sebanyak 34 persen dan masa studi di atas 6 tahun sebanyak 19 persen. Hal ini menunjukkan bahwa lebih dari setengah mahasiswa menyelesaikan studinya tepat waktu dan lulusan terbanyak berada pada 2021 yaitu 3.009 orang, dengan total keseluruhan mahasiswa yang lulus 11.047 orang,” ujarnya.

Melihat dari aspek Indikator Kinerja Utama (IKU), UPR sampai saat ini telah berupaya dalam mengoptimalkan capaian IKU PTN berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Dirjendikti) Republik Indonesia Nomor 135/E/KPT/2021 tentang Penghargaan Capaian IKU PTN di lingkungan Dirjendikti tahun 2020/2021. UPR pada 2020 telah mendapatkan pendanaan berbasis kontrak kinerja antara Kemendikbud dan  PTN dengan Capaian IKU Tertinggi pada IKU-7.

“Penghargaan atas Capaian IKU-7 pada 2020 tersebut mata kuliah Program Studi S-1 yang menggunakan pemecahan kasus (Case Method) dan Project Based Learning yang  berhasil meraih ranking 7 Skor Pertumbuhan dan Pencapaian Target IKU dari 24 PTN Satker,” jelas Andrie.

Bahkan, sambung Andrie, berdasarkan data pindai Dikti capaian IKU UPR 2021 memperoleh IKU tertinggi pada IKU-4 yaitu Dosen tetap berkualifikasi S-3 dan memiliki sertifikasi kompetensi.

Tidak hanya fokus dalam bidang akademik, UPR juga membenahi infrastruktur untuk mendukung budaya riset dan memfasilitasi berbagai kerja sama di bidang penelitian dan inovasi, antara lain melalui pembangunan Gedung Pusat Pengembangan Iptek dan Inovasi Gambut (PPIIG).

“Sarana ini merupakan penunjang dalam kegiatan penelitian dan inovasi, sekaligus sebagai tindak lanjut dari kebijakan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang menginginkan agar UPR dapat menjadi pusat kajian gambut dunia,” tandasnya.

Selain gedung PPIIG, UPR juga membangun gedung perkuliahan kembar yang dinamakan gedung merah putih. Warna merah putih melambangkan karakter bangsa menjadi yang terdepan dalam menjalankan kehidupan, dengan harapan mahasiswa di Kalteng khususnya UPR, dapat membangun karakter jiwa raga yang siap membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia berkelas dunia.

Dalam mendukung pengembangan dunia pendidikan, terutama di tingkat perguruan tinggi, UPR juga menjalin kerja sama dengan berbagai mitra, baik di dalam maupun di luar negeri.

“Sampai saat ini UPR telah menjalin kerja sama sebanyak 22 mitra dalam bentuk MoU, baik dari dalam maupun luar negeri. Akhir kata saya mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada segenap civitas akademika, tenaga pendidik, kependidikan, serta pemangku kepentingan UPR atas sinergitas yang terjalin selama ini,” tutupnya. nvd

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *