*Kobar dan Lamandau Belum Terima Bantuan Pemprov
*Banjir Aruta Capai 2 Meter
*8 Kecamatan dan 27 Desa di Kotim Terendam
PANGKALAN BUN/TABENGAN.CO.ID– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Barat (Kobar) dan Lamandau hingga kini belum terima bantuan yang dikucurkan Pemprov Kalteng untuk masyarakat korban terdampak banjir. Sementara Kabupaten Sukamara sudah menerima bantuan sebanyak 500 paket.
Diketahui, dalam rangka penanganan dampak banjir di Kalteng, Pemprov Kalteng akan memberikan bantuan 40.000 paket yang didistribusikan sampai tingkat desa kepada masyarakat terdampak banjir. Masing-masing paket terdiri dari beras premium 5 kilogram, mi instan 90 gram 10 bungkus, kopi sachet 10 bungkus dan biskuit 2 bungkus.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kobar seperti disampaikan melalui Pekerja Sosial Ahli Muda, Heryudin, sampai saat ini pihaknya belum menerima bantuan tersebut.
“Pj Bupati Kobar sudah mengajukan permohonan bantuan kepada Gubernur yang ditembuskan ke Dinas Sosial Kalteng,” ungkap Heryudin.
Menurut Heryudin, bantuan bagi masyarakat terdampak banjir yang sudah diserahkan sebanyak 10 ton, adalah cadangan beras Pemkab Kobar yang berada pada Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kobar.
Bencana banjir di Kobar telah melanda 31 desa di 5 kecamatan dengan jumlah warga terdampak 6.425 KK atau 23.841 jiwa, termasuk juga kerusakan infrastruktur sepanjang 150 km.
Sementara, Bupati Lamandau H Hendra Lesmana mengakui berdasarkan hasil rapat koordinasi bersama Wakil Gubernur Kalteng beberapa waktu lalu, daerah yang dilanda banjir, termasuk Kabupaten Lamandau juga akan mendapatkan bantuan.
“Secara pemberitahuan pada saat rapat penanganan bencana beberapa waktu lalu, Pak Gubernur melalui Pak Wakil Gubernur bahwa ada juga didistribusikan bantuan paket sembako,” jelasnya.
Nantinya, kata Hendra, rekan-rekan dari TNI-Polri yang akan menyalurkan langsung di mana saja titik yang tidak tercover oleh Pemkab Lamandau, itulah yang akan didorong.
“Hari ini bantuan dari Pemprov Kalteng memang belum sampai di Lamandau, karena secara simbolis tadi pagi Pak Gubernur juga baru melepas pemberangkatan paket bantuan ke daerah-daerah,” bebernya.
Dari hasil pendataan ada sekitar 9.400 jiwa dari 3.400 KK terdampak banjir di Kabupaten Lamandau.
Sedangkan Pemkab Sukamara mengaku telah menerima bantuan dari Pemprov Kalteng. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sukamara melalui Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Ahmad Puan Jen mengatakan, pihaknya telah mendapatkan bantuan dari Pemprov sebanyak 500 paket yang telah dibagikan kepada korban banjir.
“Kita telah membagikan sebanyak 500 paket kepada korban banjir di Desa Petarikan, Muntai, Kelurahan Mendawai serta Kelurahan Padang. Adapun isi paket tersebut yaitu beras 5 kg, kaleng kue kering, minyak goreng, kopi, gula dan teh,” terang Puan Jean.
Berdasarkan data terakhir, terdapat 242 rumah warga di Sukamara yang terdampak banjir akibat luapan aliran air dari Sungai Jelai.
Ketinggian Banjir Kotim Capai 1 Meter
Ketinggian air yang merendam sejumlah Kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih mencapai ketinggian 1 meter.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim Rihel mengatakan, sampai saat ini masih ada sebanyak 8 Kecamatan dan 27 Desa yang terendam banjir.
“Rata-rata air banjir masih setinggi mulai 60 cm sampai 1 meter,” ucapnya Rabu (19/10).
Ketinggian air banjir yang cukup tinggi dan merendam rumah warga seperti yang terjadi di Desa Sebungsu Kecamatan Tualan Hulu. Kemungkinan 1-2 hari kedepan air banjir tersebut debitnya akan turun. Namun menurutnya, kemungkinan akan beralih ke Desa Bajarau Kecamatan Parenggean. Untuk saat ini 8 Kecamatan yang masih terendam banjir yakni Kota Besi, Tualan Hulu, Antang Kalang, Parenggean, Telawang, Telaga Antang, Bukit Santuai, Cempaga Hulu .
Sejauh ini, kata Rihel, Pemerintah kabupaten Kotawaringin Timur telah memberikan bantuan kepada seluruh korban terdampak banjir. Bantuan yang diberikan tidak hanya berasal dari pemerintah daerah saja namun juga ada yang berasal dari Pemerintah Provinsi Kalteng.
Menurutnya, dari bulan Oktober ini sekitar tiga minggu yang lalu bantuan dari Pemprov Kalteng sudah disalurkan dan semua bantuan tersebut telah disalurkan kepada warga yang terdampak.
“Rencananya dalam waktu dekat ini juga akan ada dropping bantuan dari Pemprov Kalteng sebanyak 20.000 paket sembako,” ujarnya.
Polsek Aruta Utara Evakuasi Warga
Banjir di Kecamatan Arut Utara (Aruta) makin parah, demi keselamatan masyarakat yang terdampak banjir, Polsek Aruta pun turun langsung mengevakuasi untuk mengungsi.
Kapolsek Arut Utara Ipda Agung Sugiarto mengatakan, masih tingginya curah hujan mengakibatkan air sungai Arut meluap dan membanjiri pemukiman penduduk. Bahkan saat ini di desa Nanga Moa ketinggian debit air mencapai 2 meter.
“Desa Nanga Moa saat ini banjirnya sangat parah, dimana ketinggian air capai 2 meter, sehingga 74 kepala keluarga atau 208 jiwa harus dievakuasi karena sudah tidak memungkinkan lagi waga untuk bertahan,” kata Kapolsek Arut Utara Ipda Agung Sugiarto, Rabu (19 /10).
Untuk saat ini, lanjutnya, warga yang dievakuasi akan mengungsi di Posko, dan untuk kebutuhan para pengungsipun disediakan dapur umum, sehingga semua kebutuhan warga di pengungsian akan disediakan.
“Selain di desa Nanga Moa, banjir juga terjadi di Desa Kelurahan Pangkut hampir tempat seluruh tinggal milik warga sebanyak 98 rumah terendam banjir sedalam 75 cm begitu pun dengan akses jalan di desa tersebut,” ujar Agung
Sementara di desa Gandis, pemukiman warga yang berada di 3 RT debit air mencapai 50 cm dari permukaan jalan desa, sehingga aktivitas masyarakatpun terganggu karena jalan tidak bisa di lalui kendaraan dan hanya bisa di lalui oleh perahu dan sampan.
“Di desa Gandis saat ini ada 55 rumah yang terendam banjir setinggi 2 cm sampai 5 cm, dan warga yang terdampak berjumlah 74 KK dengan jumlah 216 jiwa,. Meski terjadi banjir, warga masih bertahan di rumahnya masing – masing dengan membuat panggung dari drum di dalam rumah,” imbuh Agung.
Agung menambahkan juga, dengan adanya bencana banjir di Arut Utara, secara rutin melakukan patroli di desa desa yang terdampak banjir, kegiatan rutin itu pun sembari memberikan bantuan paket Sembako dari Kapolres Kobar AKBP Bayu Wicaksono.
“Saat kami berpatroli, kami pun menyerahkan bantuan dari bapak Kapolres Kobar, dan kegiatan itu juga kami sisipkan dengan memberikan edukasi kepada masyarakat untuk selalu waspada dari aliran listrik dan binatang, dan meminta kepada warga jangan memaksakan diri tetap tinggal di rumah, jika debit air sungai terus bertambah,” ujar Agung Sugiarto.c-uli/c-may/c-uli/c-kar/c-jt











