PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Universitas Terbuka (UT) Palangka Raya melaksanakan wisuda daerah bagi 800 lebih peserta wisuda. Namun, kondisi bencana yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah (Kalteng), membuat hanya 500 lebih peserta yang dapat hadir acara langsung mengikuti wisuda. Sisanya terpaksa mengikuti via zoom meeting.
Direktur Universitas Terbuka Palangka Raya, Hariyadi, mengatakan, ada memang sejumlah peserta wisuda yang tidak bisa hadir secara langsung mengikuti wisuda. Namun, panitia menyediakan layanan secara daring. Permasalahan muncul adanya gangguan terhadap jaringan listrik, dan juga signal akan membuat peserta kesulitan mengikuti secara daring. Harapan besar semua itu dapat teratasi dengan baik.
Meskioun mengikuti secara daring, kata Hariyadi, tidak mengubah status kelulusan para peserta wisuda. SK yudisiumnya sudah diterbitkan, sehingga tinggal mengikuti seremonial wisuda saja. Ada pesan penting yang ingin disampaikan kepada para lulusan Universitas Terbuka Palangka Raya yang sekarang sudah secara resmi dinyatakan lulus ini.
”Kita mengakui, mereka yang dinyatakan lulus sebanyak 800 lebih ini adalah orang-orang yang tangguh. Ditengah disrupsi ekonomi, kekhawatiran dunia internasional adalah tantangan besar yang akan dihadapi. Bekal yang diperoleh aekian tahun selama menjalani pendidikan adalah modal berharga bagi mereka dalam menghadapi tantangan tersebut, ” kata Hariyadi, menanggapi dilaksanakannya wisuda bagi peserta Universitas Terbuka Palangka Raya, Kamis (27/10) di Palangka Raya.
Ada 4 fakultas yang melaksanakan wisuda, tambah Hariyadi, mulai dari Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Ilmu Hukum, Sosial’, dan Politik, Fakultas Fakultas Ekonomi, dan Fakultas Science dan Teknologi, serta Paska Sarjana. Diprediksi mereka yang lulus ini akan mampu, dan siap dalam menghadapi permasalahan ataupun kendala didepan mata nantinya.
Sementara itu, Wakil Rektor III Universitas Terbuka Palangka Raya, Adi Winata, menyampaikan, langkah kedepan yang dilakukan adalah melakukan kerjasama dengan pemerintah daerah seperti provinai, kabupaten dan kita untuk terus meningkatkan sumber daya manusia (SDM) di lingkungan pemerintahan.
Sebagai catatan, kata Adi, peserta Universitas Terbuka Palangka Raya adalah mereka yang memang sudah bekerja. Selama menjalani pendidikan, waktu diberikan dengan sebaik mungkin, sehingga tidak lalai dalam menjalankan tugasnya. Sebagai contoh adalah guru. Selama menempuh pendidikan, para guru ini tidak ada satupun yang mengabadikan tugas dan tanggung jawabnya sebagai guru.
”Pandemi Covid-19 yang melanda membuat perkuliahan dilakukan secara daring. Bagi Universitas Terbuka Palangka Raya itu bukanlah hal yang baru. Selama ini, perkuliahan dilaksanakan secara daring, walaupun banyak yang berhadap perkuliahan secara tatap muka. Seiring dengan kondisi yang kembali normal, maka opsi kuliah tatap muka akan kembali diterapkan,” kata Adi.ded











