PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID– Senator Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustin Teras Narang menjadi narasumber pada kegiatan webinar dengan tema Gereja dan Politik: Bagaimana Sikap Kita?. Berjarak dari politik bukan berarti terpisah dan anti terhadap politik. Justru, gereja mampu mewarnai kehidupan politik. Mampu berjalan pada relnya untuk kebaikan bersama.
Diutuskan kita, kata Teras Narang, atau keberadaan kita tidak terpisah dari kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Gereja sebagai sebuah komunitas diharapkan mampu menjadi suar dan juga mampu menjadi pandu bagi para pemimpin politik, maupun bagi saudara-saudara kita yang berkiprah dalam politik.
“Tentu, sangat disadari tiap individu yang ada dalam gereja menjalankan misi pengitusan, untuk juga mampu mewarnai dunia politik. Politik yang diwarnai itu sesuai dengan apa yang Tuhan ajarkan. Politik bisa saja didiskripsikan beragam, tapi memiliki esensi, pengaturan dan tujuan yakni kebaikan umum,” kata Teras, saat memberikan materi pada webinar, Kamis (10/11), via zoom meeting.
Gereja, lanjut Teras, memiliki Yesus yang dijadikan panutan. Yesus bukanlah politisi. Tapi, politik dalam kekristenan adalah mampu mengikuti ajaran Yesus. Mengubah paradigma masyarakat dengan nilai-nilai kasih. Politik dalam kekristenan tidak sekadar sektarian, tidak hanya sekadar mementingkan golongan, tidak semata-mata mengejar kekuasaan dan mungkin hanya kekuatan, tapi kebaikan untuk semua.
Pemilu dan Pilkada 2024, jelas Teras, tantangan yang ada di hadapan kita dan harus dihadapi. Diketahuinya tantangan yang dihadapi ini sebagai penyadartahuan yang relevan dengan masyarakat, diharapkan gereja secara khusus Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) dapat mengambil peran yang strategis.
GKE, ungkap Teras, mampu untuk meneladani prinsip-prinsip politik kekristenan, yang dilandasi oleh kasih. Sebab itu, kita harus mampu menerjemahkan semua itu dalam aksi yang nyata, terukur, masif, dan juga jelas apa yang menjadi capaian kita.
Saling berbagi dalam melakukan evaluasi, sehingga apa yang dilakukan dapat diwujudkan dalam gaya kepemimpinan politisi, dalam cara berpikir, dan bertindak yang semuanya untuk kebaikan bersama. ded












Gereja harus secara bijak dalam berpolitik, tujuannya adalah untuk kepentingan seluruh masyarakat