Hukrim

6 Terduga Pembunuh Aipda Andre Wibisono Ditangkap

29
×

6 Terduga Pembunuh Aipda Andre Wibisono Ditangkap

Sebarkan artikel ini
6 Terduga Pembunuh Aipda Andre Wibisono Ditangkap

DITANGKAP-Kabid Humas Kombes Pol Kismanto Eko Saputro, didampingi Kapolresta Kombes Pol Budi Santosa dan Dir Reskrimum Kombes Pol Faisal F Napitupulu memperlihatkan barang bukti yang diamankan.TABENGAN/FERRY WAHYUDI

9 Mata Luka, Telinga dan Tenggorokan Ditembak dan Hantaman Benda Tumpul

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Langkah cepat dilakukan Polda Kalimantan Tengah dalam menindaklanjuti tewasnya Aipda Andre Wibisono, personel Bid Dokkes Polda Kalteng yang tewas terbunuh di Komplek Ponton, Jalan Rindang Banua, Kelurahan Pahandut, Kecamatan Pahandut, Palangka Raya, Jumat (2/12/2022) sore.

Enam terduga pelaku pembunuhan berhasil ditangkap dalam operasi melibatkan 240 personel pada Sabtu (3/12/2022).

Penindakan di Kampung Ponton tersebut dilakukan secara penuh, dibuktikan dengan kehadiran Irwasda Polda Kalteng Kombes Pol Ady Soeseno, Karo Ops Kombes Pol Andreas Wayan, Direktur Resnarkoba Kombes Pol Nono Wardoyo, Direktur Reskrimum Kombes Pol Faisal F Napitulu dan Kabid Humas Kombes Pol Kismanto Eko Saputro.

Sejumlah bangunan yang dijadikan sebagai lokasi transaksi dan pemakaian narkotika jenis sabu diobrak abrik dalam penindakan tersebut.

Kabid Humas Polda Kalteng, Kombes Pol Kismanto Eko Saputro, mengatakan dalam operasi yang melibatkan 240 personel gabungan Ditsamapta, Satbrimob dan Ditreskrimum, delapan pria diamankan dari Kampung Ponton. Enam pria ditangkap sebagai terduga pelaku penganiayaan yang menyebabkan Aipda Andre Wibisono tewas, sedangkan dua pria lainnya merupakan pembeli narkoba jenis sabu yang tertangkap saat petugas berada di lokasi.

Enam terduga pelaku pembunuhan berinisial IL, PK, JP, AD, IB, dan AM. Mereka turut berperan dalam melakukan penganiayaan kepada korban. Sedangkan dua pria berinisial SH dan LR kita tangkap karena keterlibatannya dalam tindak pidana narkotika dengan sejumlah barang bukti yang diamankan.

“Ditreskrimum bersama Polresta Palangka Raya masih memburu pelaku utama dalam pembunuhan ini, yakni pelaku yang melakukan penembakan menggunakan air softgun,” katanya, Sabtu sore.

Ia menjelaskan, dari hasil visum et repertum, ditemukan sejumlah peluru gotri air softgun ditubuh korban. Total luka berjumlah sembilan titik saat pelaksanaan visum Et repertum.

“Ada sembilan titik mata luka di tubuh korban saat pemeriksaan oleh dokter forensic. Tembakan air softgun tepatnya berada di daerah kerongkongan dan telinga, disusul luka akibat hantaman benda tumpul,” ungkapnya.

Selain butiran peluru Gotri, petugas juga mengamankan barang bukti lain berupa sejumlah senjata tajam jenis parang dan kayu balok.

“Barang bukti ini kita amankan saat penindakan tadi siang,” tegasnya.

Terkait motif dan kronologis kejadian, Eko menjelaskan saat ini masih dalam proses pendalaman lebih lanjut, mengingat para terduga pelaku baru saja ditangkap.

“Untuk motif dan kronologi korban bisa berada di sana masih kita dalami. Akan kita kabarkan lebih lanjut untuk perkembangannya nanti,” pungkasnya. Fwa