Spirit Kalteng

Kasus Covid-19 Turun, Kematian Meningkat

17
×

Kasus Covid-19 Turun, Kematian Meningkat

Sebarkan artikel ini
Kasus Covid-19 Turun, Kematian Meningkat
Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Cabang Kalteng Rini Fortina SKM.,M.Kes

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID- Hasil analisa dan hitungan Satgas Provinsi Kalteng, Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng dan Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) cabang Kalteng, kasus Covid-19 di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), penularan maupun konfirmasi positif berkurang.

Ketua PAEI Cabang Kalteng Rini Fortina SKM,. M.Kes menyampaikan, dua minggu terakhir ada penurunan potensi penularan. Ini berdampak pada pengurangan jumlah masyarakat yang sakit. Hanya saja, penurunan ini masih rendah sehingga belum bisa menyimpulkan jika puncak kasus Covid yang sekarang ini sudah lewat, memerlukan lebih dari 3 periode berturut-turut penurunan,  baru bisa menyimpulkan.

“Kalau sekarang masih fluktuatif. Artinya, kasus Covid masih berpotensi menambah dan meningkatkan jumlah masyarakat yang sakit. Supaya cepat berlalu, maka disiplin Prokes terutama masker dan cuci tangan tetap dilaksanakan didukung dengan vaksin booster,” kata Rini di Palangka Raya, Kamis (8/12).

Menurut Rini, sampai saat ini belum ada pencabutan status pandemi menjadi endemi, apalagi masih munculnya varian-varian baru dan lonjakan kasus di Indonesia dan Dunia, sehingga masyarakat diminta tetap mengikuti anjuran pencegahan penularan virus Covid-19.

Sementara itu, data Mingguan 28 November-Minggu 4 Desember 2022 Kasus Covid-19 jumlah Covid-19 147 kasus baru. Rata-rata 21-22 kasus baru per hari, pertumbuhan kasus baru minggu ini menurun 18,3 persen dari minggu sebelumnya.

Persentase Kesembuhan sampai 4 Desember dibanding kasus konfirmasi 10,2 persen. Persentase pertumbuhan kasus konfirmasi dibanding November lalu 14,1 persen. Pertumbuhan kasus baru covid-19 lebih sedikit dari kesembuhan.

Gambaran jumlah kematian per bulan kasus positif Covid-19 di pada sampai 4 Desember ada 6 Kematian, menurun 25 persen dari November. Namun, lanjut Rini, tren kematian mingguan periode 28 November-4 Desember 2022 menunjukkan peningkatan jumlah kematian menjadi 6 kematian, meningkat 16,7 persen dari Minggu sebelumnya.

Kecepatan penularan kasus baru minggu minggu lalu adalah 5,4 per 100.000 penduduk artinya dalam setiap 100.000 penduduk kecepatan terjadinya sakit mengenai 5 sampai 6 kasus baru, kecepatan penularan kumulatif minggu ini menurun dari minggu sebelumnya. Laju penularan minggu ini tertinggi di Palangka Raya, 13-14 kasus baru per 100 ribu penduduk.

Persentase Kesembuhan terlihat fluktuatif meningkat menunjukkan adanya perawatan kasus baru yang masih banyak. Persentase Perawatan kumulatif kasus konfirmasi terlihat cenderung menurun namun masih di bawah  persen.

Kesimpulan setelah melihat data penularan, kata Rini, status kesehatan minggu ini lebih baik dari minggu sebelumnya (Risiko 2,58) pada zona risiko rendah. Status kesehatan minggu ini membaik ditandai dengan pengurangan jumlah kasus konfirmasi Covid-19, namun masih berbahaya karena kematian masih ada peningkatan dalam 2 minggu terakhir.

Indikator kematian mingguan meningkat sebesar 16,7 persen dari minggu sebelumnya, namun masih terkendali dalam satuan kurang dari 1 per 100 ribu penduduk.  Standar indikator kumulatif Kalteng masih dalam rentang kendali. Pergerakan penyakit mulai melambat namun tetap menambah jumlah sakit.

Sementara itu rekomendasinya, tetap edukasi dan pengawasan terhadap kepatuhan protokol kesehatan di masyarakat, tetap menjadi prioritas sampai status pandemi dicabut. Capaian vaksin ketiga (Booster) masih perlu ditingkatkan untuk mencapai kekebalan maksimal dan mengantisipasi munculnya varian baru covid-19.

Selain itu, kewaspadaan dini, yaitu jumlah testing sebaiknya tetap dipertahankan untuk pencegahan terjadinya kasus baru dan edukasi masyarakat untuk testing mandiri sebaiknya tetap diberikan. Peningkatan jumlah testing pada kontak erat perlu ditingkatkan Kembali serta skrining testing pada individu berisiko terutama pelaku pelayanan publik, perlu dipertimbangkan untuk ditingkatkan kembali, guna mengurangi risiko penularan.

Perlu diperhatikan hubungan peningkatan jumlah masyarakat yang sakit dengan banyaknya kegiatan masyarakat di tempat atau daerah tersebut sehingga potensi kerumunan yang menimbulkan lonjakan kasus dapat dikurangi sementara. Bagaimanapun juga tetap penerapan protokol kesehatan (3M) dalam perilaku masyarakat merupakan tindakan yang terbaik dalam pencegahan penyakit dengan didukung vaksin booster yang tepat waktu.yml