Ekobis

PUSAT KULINER DERMAGA RAMBANG-Pemko Tonjolkan Konsep Modern dan Digital

33
×

PUSAT KULINER DERMAGA RAMBANG-Pemko Tonjolkan Konsep Modern dan Digital

Sebarkan artikel ini
TABENGAN/YULIANUS SL KULINER-Pemko telah meresmikan Pusat Kuliner Dermaga Rambang yang berada di Jalan Riau, Kecamatan Pahandut, Jumat (22/12) sore. Wali Kota, Fairid Naparin hadir secara langsung meresmikan salah satu kawasan kuliner yang akan menjadi unggulan di Kota Cantik

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Pemerintah Kota Palangka Raya telah meresmikan Pusat Kuliner Dermaga Rambang yang berada di Jalan Riau, Kecamatan Pahandut, Jumat (22/12) sore.  Wali Kota, Fairid Naparin hadir secara langsung meresmikan salah satu kawasan kuliner yang akan menjadi unggulan di Kota Cantik.

“Pengembangan wisata kuliner di Dermaga Rambang ini merupakan program Pemko bersama PLN, untuk membina dan memberdayakan warga di sini,” kata Fairid.

Hingga saat ini, ujar Fairid, Pemko Palangka terus berusaha melakukan program-program pembinaan dan pemberdayaan usaha kecil mikro, untuk mensejahterakan masyarakat dari hilir ke hulu.

Kepada seluruh pelaku usaha di Dermaga Rambang, dirinya mengimbau agar senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan sekitar. Ia meminta agar siklus ekonomi di kawasan tersebut dapat terus berjalan secara berkesinambungan.

Sementara itu,  Senior Manager Komunikasi, Keuangan dan Umum PLN UID Kalimantan Selatan dan Tengah, Sigit Fanani mengatakan besaran anggaran yang disalurkan melalui program corporate social responsibility (CSR) di kawasan tersebut adalah Rp 300 Juta.

“Dalam CSR ini PLN menyalurkan bantuan berupa pembuatan gerbang wisata, gerobak kontainer untuk pedagang sebanyak 18 unit, konopi, instalasi listrik, dan lain sebagainya dengan total anggaran Rp300 juta,” katanya.

Melalui program CSR tersebut, Sigit berharap, pertumbuhan perekonomian masyarakat dapat tercipta bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan Wisata Kuliner Dermaga Rambang.

Camat Pahandut, Berlianto mengatakan pada awalnya kawasan Dermaga Rambang dipilih untuk dibenahi seperti saat ini, adalah keinginan Wali Kota untuk membenahi wilayah perekonomian masyarakat agar lebih baik. Pertengahan tahun 2022 ini, ia bersama wali kota meninjau langsung kawasan tersebut namun disayangkan dengan potensi ekonomi yang tinggi, namun terkesan kumuh dan semrawut serta tak tertata dengan rapi.

“Dari itulah makanya kami mengupayakan agar ada pembenahan. Tadinya terlihat tenda pedagang yang semrawut, tak teratur dan kumuh tak indah dipandang. Kami mengupayakan mencari CSR dan pihak PLN bersedia, sehingga tahap awal dibuatkan kontainer di sini,” ungkap Berlianto.

Konsep utama yang dijual pada kawasan kuliner tersebut, adalah modern dan digital. Para pedagang mulai menggunakan transaksi keuangan non tunai, yang memudahkan konsumen berbelanja. Selain bisa semakin modern, maka ia berharap mampu meningkatkan perekomomian dan bisa mudah dipromosikan pada dunia maya.

“Fasilitas pendukung akan terus kami benahi. Termasuk ketersediaan lahan parkir yang memadai, ruang ramah anak hingga fasilitas ibu menyusui akan dilengkapi,” bebernya.

Bapak Wali Kota, diakui Berlianto memiliki keinginan agar kawasan Jalan Riau, Rindang Banua dan Ponton bisa menjadi sentra ekonomi kreatif. Termasuk mengubah image yang selama ini tertanam jika kawasan tersebut tinggi akan tindak kriminal dan terkesan negatif.

Pembenahan Dermaga Rambang, kata Berlianto, merupakan tahap awal. Kedepannya akan ada program-program unggulan untuk membentuk pasar ekonomi yang baru. Seperti di kawasan Rindang Banua, akan segera diusulkan sebagai wilayah Festival Kuliner yang akan digelar mingguan layaknya Festival Kuliner Dago di Bandung maupun Festival Kuliner Serpong di Jakarta.

“Setiap minggu akan dibuat pekan wisata kuliner di sana, tapi masih kita rancang konsep seperti apa,” sebutnya.

Pada tahun 2023, Kecamatan Pahandut disebutkannya juga akan menganggarkan untuk pertanian terapung di kawasan tersebut, selain wisata air dan keramba yang selama ini terkenal. Tanaman-tanaman ringan utamanya yang menjadi penyebab seperti Cabe, akan menjadi gerakan awal bahwa masyarakat di sana bisa merubah image yang negatif.

“RT/RW dan masyarakat di sana sangat mendukung rencana ini. Bahkan mereka bergotong-royong membersihkan kawasan mereka agar program ini bisa segera direalisasikan,” pungkas Berlianto. rgb

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *