Spirit Kalteng

SIMULASI PENGAMANAN PEMILU-KPU Kalteng Diserang Demonstran

20
×

SIMULASI PENGAMANAN PEMILU-KPU Kalteng Diserang Demonstran

Sebarkan artikel ini

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID– Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Tengah diserang ratusan demonstran yang tak puas akan hasil Pemilu. Unjuk rasa yang bermula damai, mendadak menjadi anarkis disertai perlawanan dan pembakaran, Rabu (1/2) pagi.

Situasi yang semakin kacau, membuat ratusan personel pengamanan dari Ditsamapta Polda Kalteng bekerja keras melakukan pembubaran terhadap para pengunjuk rasa.

Sejumlah armada pengurai massa (Raimas) pun terpaksa harus dikerahkan demi menjaga situasi gedung KPU Kalteng tetap kondusif. Demonstrasi anarkis akhirnya berhasil dibubarkan oleh kepolisian, ditutup dengan diamankannya benda mencurigakan seperti bom.

Adegan demonstrasi tersebut merupakan simulasi yang dilakukan 238 personel Ditsamapta Polda Kalteng sebagai tanda penutupan pembinaan dan tradisi pemasangan baret Brigadir Polisi Angkatan 48 Polki dan 52 Polwan.

Kegiatan yang dipusatkan di depan Kantor KPU Kalteng Jalan Jenderal Sudirman, Palangka Raya, memang sengaja dilakukan untuk menggambarkan potensi kerawanan yang akan terjadi.

Rangkaian simulasi ditinjau langsung Kapolda Kalteng Irjen Pol Nanang Avianto bersama Wakil Ketua DPRD Kalteng Abdul Razak dan jajaran Komisioner KPU Kalteng.

Dir Samapta Polda Kalteng Kombes Pol Cahyo Widiarso mengatakan, pelaksanaan pelatihan dilaksanakan selama 12 hari dalam rangka mempersiapkan pengamanan Pemilu.

“Untuk pengamanan Pemilu nantinya kita akan mengerahkan 300 personel dari Ditsamapta. Ke depan akan ditambah dengan personel lain seperti Satbrimob dan Polres jajaran,” katanya didampingi Kabid Humas Kombes Pol Kismanto Eko Saputro.

Dijelaskannya, berdasarkan hasil pantauan intelijen dan KPU, kerawanan Pemilu masih menandakan kondusif.

“Mudahan seluruh wilayah aman dan tidak terjadi kerawanan Kamtibmas selama pesta demokrasi,” ujarnya.

Sementara Komisioner KPU Kalteng Wawan Wiraatmadja mengatakan, selama pelaksanaan Pemilu pada 2019 lalu tidak mengalami masalah berarti. Namun, melalui simulasi ini menekan persiapan jika hal yang tidak diinginkan terjadi.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Polda Kalteng dan potensi kerawanan sudah dipetakan dengan baik. Kami yakin potensi kerawanan tersebut dapat ditangani dengan baik,” tuturnya. fwa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *