-
Hukrim

Viral! Pencuri HP Diamuk Massa karena Dikira Penculik Anak

46
×

Viral! Pencuri HP Diamuk Massa karena Dikira Penculik Anak

Sebarkan artikel ini
ISTIMEWA DIAMANKAN – Pria pelaku pencurian HP yang diamuk massa karena dikira penculik anak, di Desa Sungai Tendang, Kecamatan Kumai, Kotawaringin Barat.
-

PANGKALAN BUN/TABENGAN.CO.ID – Beredarnya video yang merekam aksi kejar mengejar seorang tidak dikenal akan melakukan penculik anak di Desa Sungai Tendang, Kecamatan Kumai, ditanggapi Kapolres Kotawaringin Barat AKBP Bayu Wicaksono. Kapolres menyebut peristiwa itu bukan aksi penculikan anak.

“Saya tegaskan, video yang terjadi di Desa Sungai Tendang, Kecamatan Kumai, yang terjadi pada 7 Februari 2023, bukan tentang penculikan anak. Orang yang tidak dikenal itu merupakan seorang maling dan kami pun telah melakukan pemeriksaan terhadap pelaku,” ujar Kapolres Kobar AKBP Bayu Wicaksono, Rabu (8/2).

Menurut Kapolres, pelakunya bernama Dicky Wahyudi (22), warga Kabupaten Seruyan. Pelaku telah melakukan pencurian sebuah handphone milik warga BTN Beringin Rindang Desa Pasir Panjang, Kecamatan Arut Selatan.  “Kronologisnya, bermula pada saat korban sedang mencharger  Handphone merk OPPO A5 S  warna biru yang korban letakkan di atas meja di ruang tamu. Sambil menunggu baterai penuh, korban melanjutkan aktifitasnya memasak bubur di dapur. Saat korban mengecek, handphone yang dicharger sudah tidak ada,” ujar Kapolres.

Korban mengalami kerugian Rp3.000.000. Sekitar pukul 09.30 WIB, dr Delianus Zebua menerima pesan melalui WhatsApp dari Nomor Hp korban yang hilang. Dalam pesannya mengatakan bahwa korban ingin meminjam uang sebesar Rp1.800.000 untuk keperluan perbaikan sepeda motor.  Setelah dicek Delianus Zebua, ternyata pesan tersebut bukan dari korban  melainkan dari orang yang telah mengambil handphone tersebut. Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian Rp 4.800.000.

Setelah melakukan pencurian HP di BTN Beringin Rindang, pelaku berlanjut akan melakukan aksi pencurian di Desa Sungai Tendang di sebuah rumah. Saat itulah pelaku kepergok pemilik rumah. Pemilik rumah pun kemudian berteriak, sehingga warga berdatangan. Mereka ramai-ramai mengejar pelaku. Hingga ada yang salah paham dan mengira pelaku penculikan anak. Pria itu kemudian dipukul ramai-ramai, lalu diamankan polisi.  c-uli

-
-
-