-
Hukrim

PGLII dan Granat Akan Bersinergi Tanggulangi Penyalahgunaan Narkoba

42
×

PGLII dan Granat Akan Bersinergi Tanggulangi Penyalahgunaan Narkoba

Sebarkan artikel ini
Foto Bersama Pengurus PGLII Kota dan Granat Kota usai membahas persoalan Penyalahgunaan Narkoba. Daniel/ Istimewa
-
Pengurus PGLII Kota dan Granat saat dalam diskusi terkait persoalan Narkoba yang terjadi di Kota Palangka Raya/ Daniel/ Tabengan

PALANGKA RAYA /TABENGAN.CO.ID- Persoalan penyalahgunaan Narkotika, obat dan bahan berbahaya adiktif (Narkoba) semakin masiv terjadi di Kalteng, khususnya di Kota Palangka Raya.

Hampir setiap hari selalu mencuat pemberitaan pengerebekan, penangkapan dan razia terkait penyalahgunaan Bahan Berbahaya tersebut, yang mana baik pelaku atau pun korbannya berasal dari berbagai lapisan masyarakat dan usia.

Atas dasar keprihatinan yang cukup besar dalam persoalan yang dapat merusak generasi dan penerus bangsa ini. Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga Injili Indonesia (PGLII) Kota Palangka Raya sambangi Sekretariat Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Kota Palangka Raya yang dinahkodai Wenteng Asang, Selasa (14/2) di Jalan Antang No.26 Palangka Raya.

Pada kesempatan tersebut Wakil Ketua PGLII Kota Palangka Raya, Pdt. Riki Rianoto menyampaikan bahwa persoalan penyalahgunaan narkoba ini hal yang sangat urgen. Oleh karena itu, hal ini menjadi persoalan bersama dari setiap komponen masyarakat untuk dapat menanggulanginya.

“Secara rohani kami paham, namun secara teknis informasi tentang bahaya, gejala awal seseorang memakai narkoba kami kurang mendapat informasi dan edukasi. Untuk itu, kami rasa perlu bersinergi dengan Granat,” bebernya.

Hal senada disampaikan pula oleh Sekretaris PGLII Kota Palangka Raya Pdt. Frans Bratasiwaya. Bahkan Frans menilai realitas narkotika dan sex bebas sudah bukan rahasia umum lagi dikalangan generasi muda saat ini. Oleh karena itu, Frans mengatakan PGLII akan bersinergi dengan Granat dalam menanggulangi hal tersebut.

“Persoalan narkoba sangat masiv di Palangka Raya, dari laporan pelayanan-pelayanan kita di dapatkan. Seperti Sex Bebas dekat dengan narkoba,” bebernya.

Selanjutnya, Ketua Granat Kota Palangka Raya, Wenteng Asang menyambut baik apa yang disampaikan PGLII. Wenteng juga memberi masukan agar dalam setiap kesempatan, baik di ibadah raya, ibadah rumah tangga bahkan Sekolah Minggu disisipkan pesan sangat berbahayanya dampak dari narkoba baik untuk masa depan secara pribadi maupun masa depan generasi bangsa dan gereja.

“Kami menyambut dengan baik dan kedepannya diharapkan dapat bersinergi  dengan PGLII dalam mengatasi Narkoba. Karena tugas kita menyelamatkan anak bangsa dari narkoba. Karena penyalahgunaan Narkotika ini sebuah kejahatan luar biasa yang ditetapkan oleh undang-undang,” bebernya.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Ketua Granat Joko Santoso juga mengatakan bahwa dalam upaya penanggulangan dan pencegahan penayalahgunaan narkoba adalah yang sangat penting dan seyogyanya harus ditanggulangi bersama-sama.

“Memang langka pertama pencegahan, pembinaan, yang paling tepat itu dari tempat-tempat ibadah. Kita memang membentengi umat kita dengan iman yang kuat, tetapi ketika tidak dibentengi dengan ilmu pengetahuan  secara umum, misalkan tentang narkoba, itu juga akan menjadi masalah,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut yang hadir dari Granat Kota Palangka Raya

Ketua Wenteng Asang, Wakil Ketua Joko Santoso, Sekretaris Aston Pakpahan dan Wakil Bendahara II Ika Kartika. Sementara dari PGLII Kota Palangka Raya, Wakil Ketua Pdt. Riki Rianoto, Sekretaris Pdt. Frans Bratasiwaya, Sekretaris II Pdt. Yosef Yasmin  dan Bendahara I Pdt. Idrus dan Komisi KumHam Pdt. Daniel Susanto. dsn

-
-
-