Spirit Kalteng

Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah Datangi Gudang Bulog

38
×

Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah Datangi Gudang Bulog

Sebarkan artikel ini
 TABENGAN/DANIEL ANTREAN WARGA - Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) saat meninjau Gudang Bulog Jalan Tjilik Riwut Km.7, Selasa (14/2).
Pengawas Mutu Hasil Pertanian, Manager Teknis OKKPD Kalteng, Ita Susilawaty

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Dalam upaya menjaga kualitas dan penyediaan beras sehat yang dibutuhkan masyarakat, Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) tinjau persediaan beras di gudang Bulog, Selasa (14/2).

Disebutkan Pengawas Mutu Hasil Pertanian, Manager Teknis OKKPD Kalteng, Ita Susilawaty, bahwa setiap tahunnya OKKPD melakukan audit ataupun surveillance.

“Jadi OKKPD melakukan surveillance produk apakah yang pernah kita terbitkan Register Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) nya. Untuk beras ini masuk golongan ‘komoditas dalam’ yang wajib diawasi lembaga keamanan pangan dari sisi produk dan asal tumbuhannya,” jelasnya.

Karena beras merupakan produk PSAT secara otomatis, pihaknya harus melakukan pengawasan rutin setiap tahun. Jadi OKKPD akan melihat, sejak dari diterbitkan OKKPD,  ini masih melakukan SOP yang benar dalam hal misalnya jenis komoditas beras ini masih dalam kelas premium atau tidak.

“Jadi kita akan lakukan survei ke lokasi termasuk kita ke kantor pusat dengan gudangnya di pal 7, Jalan Tjilik Riwut,” imbuhnya.

Disebutkan pula, di Gudang Bulog, OKKPD akan melihat produk yang dihasilkan dari Bulog apakah sesuai komitmen atau tidak. Karena Bulog mengklaim beras yang dikemasnya masih dalam golongan premium atau medium.

“Jadi, nanti kita kalau akan tinjau setiap tahun akan tahu masih komitmen atau tidak,” tegasnya.

Dikatakan Ita, pemeriksaan rutin sebagai bukti komitmen Bulog dalam menyediakan kebutuhan masyarakat yang berkualitas.

Terpisah, Kepala Bulog Kalteng, M. Sony Supriyadi kepada Tabengan mengkonfirmasi bahwa Dinas Ketahanan Pangan melakukan pengecekan ke gudang Bulog terkait ketersediaan beras Medium.

“Tadi ada dari dinas ketahanan pangan kordinasi beras medium, pengecekan beras medium di gudang,” tukasnya.

Sementara itu, di hari yang sama, kembali terjadi antrian yang cukup ramai dari warga saat berusaha membeli beras premium di halaman Kantor Bulog Kalteng.

Seorang warga, Jamilah (40) mengatakan Bulog membatasi pembelian beras premium maksimal 2 karung 5 kg.

“Paling banyak 2 karung yang 5 kilo. Tapi ini pulen semua, beras Banjar habis,” bebernya.

Hal serupa disebutkan Muning. Dengan merogoh kocek sebesar Rp96.000 dapat memperoleh 2 karung beras 5 kg.

“Tadi seratus ribu angsul 4 ribu ja,” tukasnya.dsn

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *