PENDIDIKAN

MOU DISBUDPAR DAN UNIVERSITAS MUHAMMADYAH -Promosi Pariwisata Pendukung Pengembangan Pariwisata

27
×

MOU DISBUDPAR DAN UNIVERSITAS MUHAMMADYAH -Promosi Pariwisata Pendukung Pengembangan Pariwisata

Sebarkan artikel ini
TABENGAN/DEDY MOU – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalteng, melakukan penandatangan kerjasama dengan Universita Muhammadiyah Palangka Raya (UMP) sebagai langkah dalam melakukan promosi, dan pengembangan seni, budaya, dan pariwisata Kalteng, Rabu (15/2) di Palangka Raya.

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Potensi budaya dan pariwisata di Kalimantan Tengah (Kalteng), memang sangat besar, dan menjanjikan. Pemerintah terus berupaya dalam melakukan berbagai terobosan, demi meningkatkan potensi budaya dan pariwisata ini. Tujuannya semata mengundang turis mancanegara, dan nusantara untuk berkunjung ke Kalteng.

Promosi menjadi salah satu kunci utama bagi pelaku budaya dan pariwisata, dalam memperkenalkannya kepada dunia. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalteng, dalam upaya mempromosikan budaya dan pariwisata Kalteng menggandeng Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMP).

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalteng, Adiah Chandra Sari, mengatakan, kerja sama ini tentu selain sebagai sarana untuk menjaga silaturahmi yang telah terjalin selama ini, antara Pemerintah Kalteng dan UMP, juga merupakan wujud sinergitas kemitraan lintas sektor antara pemerintah daerah, dan pihak perguruan tinggi. Kemitraan strategis ini dapat dijadikan sebagai momentum yang baik untuk saling berkolaborasi dalam berbagai hal, khususnya dalam pengembangan kebudayaan dan kemajuan pariwisata di Kalteng yang kita cintai bersama.

Sektor kebudayaan dan pariwisata, kata Adiah, merupakan salah satu sektor yang  mendapat perhatian cukup serius dari pemerintah Kalteng. Perhatian ini tentu cukup beralasan, mengingat Kalteng sebagai provinsi terluas di Indonesia. Memiliki potensi pariwisata yang cukup besar dan sangat menjanjikan untuk dikembangkan. Kalteng memiliki budaya yang khas dan unik yang layak ditawarkan ke masyarakat domestik, bahkan ke masyarakat internasional.

Pemandangan yang indah, tutur Adiah, di sebagian wilayah di beberapa kabupaten yang ada di Kalteng. Potensi budaya dan pariwisata masih sangat natural dan membutuhkan sentuhan tangan-tangan ahli, untuk membantu memikirkan pengelolaan dan pengembangannya, baik melalui promosi digital maupun berbagai inovasi melalui ide-ide dan gagasan yang kreatif.

“Kami meyakini bahwa tangan-tangan ahli tersebut, datang dari pihak perguruan tinggi, dan salah satunya adalah UMP. Kami menyadari bahwa peran perguruan tinggi dengan berbagai komponen pendukung di dalamnya, termasuk keberadaan para akademisi dan mahasiswa dengan berbagai spesifikasi, keahlian, dan talenta yang dimiliki sangat dibutuhkan dalam menciptakan sumber daya manusia yang mumpuni untuk memajukan daerah, khususnya dalam  pengembangan bidang kebudayaan dan pariwisata,” kata Adiah, pada kegiatan penandatanganan kerjasama antara Disbudpar Kalteng dengan UMP, Rabu (15/2) di Palangka Raya.

Kolaborasi, inovasi, dan promosi, kata Adiah, gencar melalui media sosial, dan media pendukung lainnya, menjadi salah satu faktor penentu dalam keberhasilan pembangunan kebudayaan dan pengembangan pariwisata. Oleh karena itu, sinergitas dan kerjasama dari berbagai pihak terutama dari perguruan tinggi sangat diperlukan. Kerja sama ini dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi pengembangan kebudayaan, pariwisata dan ekonomi kreatif di Kalteng.

Sementara itu, Rektor UMP, Muhammad Yusuf, mengatakan, penandatanganan memorandum of understanding (MoU) atau kerja sama antara Disbudpar Kalteng dengan UMP adalah yang pertama dilakukan paska dilantik sebagai rektor. Kedepan akan dilakukan pula berbagai kerja sama dengan berbagai mitra kerja dari UMP.

Berkaitan dengan budaya dan pariwisata, kata Yusuf, ini adalah kesempatan bagi mahasiswa UMP dalam mengaplikasikan teori yang selama ini diperoleh di kampus. UMP akan mengelaborasi kurikulum yang ada, sehingga lebih memfokuskan pada bidang seni, budaya, dan ekonomi kreatif, meskipun ekonomi kreatif sudah lebih dulu ada di UMP.ded

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *