-
Ekobis

Usaha Madu Kelulut Berpeluang Besar

54
×

Usaha Madu Kelulut Berpeluang Besar

Sebarkan artikel ini
-
TABENGAN/DANIEL
MADU – Festival Madu Rawa Gambut berlangsung di Luwansa Hotel jalan G.Obos Palangka Raya, Rabu (15/3).

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Konsorsium Pendukung Sistem Hutan Kerakyatan (KPSHK) gelar Festival Madu Rawa Gambut Kalimantan Tengah, di Luwansa Hotel jalan G.Obos Palangka Raya, Rabu (15/3).

Pada kesempatan itu, Direktur KPSHK Muhamad Jauhari menjelaskan, KPSHK merupakan organisasi non pemerintah yang berada di Kalteng, dan kini bersama LPHD menyelenggarakan Festival Madu Rawa Gambut se-Kalteng.

Tujuannya untuk mempromosikan komoditi yang dikembangkan masyarakat terutama unit usaha LPHD yang ada di 4 desa, yaitu Buntoi, Gohong, Kalawa dan Mentaren.

Unit Usaha ini hampir 10 tahun sudah mendapat izin persetujuan perhutanan sosial, dalam 10 tahun itu mereka sudah melakukan usaha perlindungan hutan dan usaha pemanfaatan hutan yang lestari, salah satunya madu.

Direktur KPSHK, Muhamad Jauhari didampingi Field Project Manager, Edy Subahani dalam acara Festival Madu Rawagambut Kalimantan Tengah, Rabu (15/3).

“Kenapa kami sebut madu rawa gambut karena hampir 60an unit usaha perhutanan sosial di Kalteng itu di 4 desa ini. Tepatnya 51 KUPS itu mengusahakan madu. Nah di 4 desa ini ada 2 yang masuk kategori go nasional. Kenapa festival ini kita selenggarakan, adalah dalam rangka memberi informasi bahwa Kementrian LHK sudah memberikan status terhadap usaha madu. Namun di publik Kalteng, khusus di Pulpis belum banyak yang tahu. Makanya festival ini kami selenggarakan,” bebernya.

Selanjutnya, Field Project Manager, Edy Subahani atau yang akrab dipanggil Oeban Hadjo mengatakan 4 areal hutan desa tersebut yakni di Kecamatan Kahayan Hilir itu di Desa Gohong Kelurahan Kalawa, Desa Mantaren 1 dan kemudian Desa Buntoi. Unit usaha ini menerima SK perhutanan sosial yang dikeluarkan tahun 2013, diberikan KemenLHK.

“Sampai saat ini sudah hampir 10 thn 2019-2021 mendapat program PEN. Dari situ ada Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) di 4 desa tersebut. Sedikitnya ada 51 KUPS salah satu masing-masing produk unggulannya adalah madu alam dan madu kelulut,” jelasnya.

Oeban menambahkan bahwa dalam Project Rimba Collective, KPSHK bersama Pemda setempat, dalam hal ini Dishut, turut mendukung usaha, mulai dari bantuan ekonomi hingga pemasaran.

Termasuk packaging, kemudian proses pemungutan madu yag lebih higienis, itu yang perlu ditindaklanjut dan perlu difasilitasi.

Diketahui, madu rawa gambut di 4 areal hutan desa tersebut adalah hasil hutan rawa gambut seluas 16.250 ha seluruhnya. Selain madu, produk KUPS adalah rotan, perikanan, ternak, eco forestry.dsn

-
-
-