Spirit Kalteng

PGI Membawa Damai Jelang Tahun Politik

25
×

PGI Membawa Damai Jelang Tahun Politik

Sebarkan artikel ini
ISTIMEWA PGI - Ketua PGI Pusat, Pendeta Gomar Gultom, dan Ketua PGI Wilayah Kalteng, Pendeta Ayang Setiawan, berfoto bersama usai mengikuti kegiatan Sidang Wilayah VIII PGI Kalteng, baru-baru ini.

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Sidang Wilayah VIII Persatuan Gereja Indonesia (PGI) Kalimantan Tengah (Kalteng), menetapkan Pendeta Ayang Setiawan sebagai Ketua Umum PGI Wilayah Kalteng Periode 2023-2028. Pelantikan langsung dilakukan Ketua PGI Pusat, Pendeta Gomar Gultom, Sabtu (1/4) di Palangka Raya.

Ketua Umum PGI Wilayah Kalteng, Pendeta Ayang Setiawan, menyampaikan, apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. PGI Wilayah Kalteng adalah persekutuan yang dibentuk, dan didukung oleh gereja-gereja yang ada di Kalteng pada umumnya, dan di Palangka Raya khususnya. Tujuan hadirnya PGI adalah mewujudkan keesaan gereja di Indonesian, khususnya di Kalteng.

”Tidak lama lagi, Indonesia termasuk Kalteng akan menghadapi tahun politik, yakni pemilu serentak 2024. Niscaya akan begitu banyak isu-isu yang berpotensi memecah belah bangsa. Hadirnya PGI, sebagai pembawa damai, semangat kekeluargaan, dan persaudaraan di Bumi Tambun Bungai, Bumi Pancasila, Kalteng,” kata Pendeta Ayang Setiawan, perihal diberikan kepercayaan menahkodai PGI Wilayah Kalteng, Senin (3/4) di Palangka Raya.

PGI Wilayah Kalteng, kata Pendeta Ayang,  periode 5 tahun ke depan siap bekerja sama dengan pemerintah daerah, organisasi keagamaan lainnya, dan berbagai pihak dalam rangka mewujudkan masyarakat Kalteng yang hidup dalam persaudaraan, toleran, berkeadilan dan sejahterakan. PGI Wilayah Kalteng benar-benar bisa menjadi wadah persatuan gereja-gereja, di tengah banyak krisis yang menimpa bangsa kita tercinta, baik krisis kebangsaan, krisis persatuan, krisis lingkungan hidup.

Sesuai Bungai-nya, ungkap Pendeta Ayang,  PGI Wilayah Kalteng adalah wadah untuk membicarakan, menggumuli dan mewujudkan kehadiran bersama gereja-gereja di satu wilayah. Menggalang kebersamaan gereja-gereja di wilayah melalui kegiatan-kegiatan bersama, dan membantu gereja-gereja untuk memikirkan/mengusahakan kebutuhan-kebutuhannya.ded

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *