Spirit Kalteng

Potensi Suhu Panas Terus Berlangsung di Bulan Mei

23
×

Potensi Suhu Panas Terus Berlangsung di Bulan Mei

Sebarkan artikel ini
untuk wilayah Kalimantan Tengah awal musim kemarau tahun 2023, terjadi sekitar pertengahan bulan Juni-petengahan Juli. Jadi bisa dikatakan bulan April-Mei ini, musim peralihan dari musim hujan ke musim kemarau (musim pancaroba).

“Suhu panas di Indonesia, termasuk wilayah Kalimantan Tengah, merupakan fenomena akibat dari adanya gerak semu matahari yang merupakan suatu siklus yang biasa dan terjadi setiap tahun, sehingga potensi suhu udara panas seperti ini juga dapat berulang pada periode yang sama setiap tahunnya.untuk wilayah Kalimantan Tengah awal musim kemarau tahun 2023, terjadi sekitar pertengahan bulan Juni-petengahan Juli. Jadi bisa dikatakan bulan April-Mei ini, musim peralihan dari musim hujan ke musim kemarau (musim pancaroba).”

PALANGKA RAYA – Indeks Sinar UV di Kalteng cukup panas mendera masyarakat di Indonesia, khususnya warga Kalimantan Tengah. Untuk 3 hari kedepan diprediksikan oleh Badan Metereologi dan Geofisika (BMKG) Kalteng dari informasi Instagram resmi BMKG, suhu panas di Kalteng berada pada titik 34 derajat celcius. Untuk indeks sinar Ultra Violet, masih cukup panas ditandai dengan warna merah di peta terkait.

Dari peta yang ada terlihat, tampak pada pukul 11.00 WIB, indeks sinar UV di wilayah Indonesia mencapai puncaknya dan didominasi warna merah serta ungu. Dari keterangan yang ada, warna merah menandakan risiko very high (risiko bahaya sangat tinggi) dan ungu ekstreme (risiko bahaya sangat ekstrem).

Untuk itu diimbau bagi masyarakat untuk meminimalkan waktu terkena paparan matahari secara langsung mulai pukul 10.00 WIB hingga 16.00 WIB. Selain itu juga disarankan menggunakan pelindung atau pelembab tabir surya, agar menghindari bahaya paparan sinar UV secara langsung.

Terkait itu, menurut Prakirawan BMKG Kalteng Renianata, suhu panas di Indonesia, termasuk wilayah Kalimantan Tengah, merupakan fenomena akibat dari adanya gerak semu matahari yang merupakan suatu siklus yang biasa dan terjadi setiap tahun, sehingga potensi suhu udara panas seperti ini juga dapat berulang pada periode yang sama setiap tahunnya.

Pada pertengahan Mei ini, posisi semu matahari sudah berada di Belahan Bumi Utara (BBU) di sekitar 19°LU, kondisi tersebut mengindikasikan bahwa di wilayah Indonesia selatan ekuator akan menjelang periode angin timuran yang identik dengan musim kemarau. Saat ini sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki awal musim kemarau dimana tingkat perawanan akan cukup rendah pada siang hari.

Maka untuk itu, masyarakat diimbau dan diharapkan tetap mengantisipasi kondisi cuaca yang cukup panas atau kondisi terik pada siang hari dengan meningkatkan daya tahan tubuh dan menjaga kesehatan diri, keluarga serta lingkungan.

Menyangkut prakiraan musim, untuk wilayah Kalimantan Tengah awal musim kemarau tahun 2023, terjadi sekitar pertengahan bulan Juni-petengahan Juli. Jadi bisa dikatakan bulan April-Mei ini, musim peralihan dari musim hujan ke musim kemarau (musim pancaroba).

Pada musim peralihan ini, perlu diwaspadai potensi cuaca ekstrim, seperti potensi hujan lokal intensitas sedang hingga lebat dengan durasi singkat yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang ataupun angin puting beliung di wilayah Kalimantan Tengah. Serta waspada dan berhati-hati terhadap dampak bencana yang ditimbulkan seperti genangan air, banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan pohon tumbang.

Terkait cuaca tiga hari kedepan,  Kalteng masih berpotensi terjadi dalam tiga hari kedepan. Hal itu diprediksikan pihak Badan Metereologi dan Geofisika (BMKG) Kalteng yang merilis peringatan dini terkait cuaca dalam tiga hari mendatang. Sirkulasi siklonik terpantau di Kalimantan Tengah yang membentuk daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) di sekitarnya.

Kondisi tersebut, menurutnya, mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah konvergensi tersebut. Kelembapan udara yang cukup basah pada lapisan menengah hingga atas, labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal juga mendukung proses konvektif dalam pertumbuhan awan hujan di wilayah Kalimantan Tengah.drn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *