PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Masyarakat Desa Bagendang Permai dan Bagendang Hilir, Kecamatan Mentaya Hilir Utara kembali menuntut janji PT PLN untuk memindahkan 50 tiang listrik yang berada di bantaran sungai. Pasalnya, kondisi tiang listrik tersebut sudah tergerus dan dianggap sangat membahayakan bagi masyarakat setempat.
Hal ini disampaikan masyarakat Bagendang Permai dan Bagendang Hilir kepada Anggota DPRD Kalteng dari Daerah Pemilihan (Dapil) II meliputi Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dan Seruyan, Jainudin Karim, saat melaksanakan reses ke wilayah setempat, belum lama ini.
“Saya mendapatkan informasi dari masyarakat Bagendang Permai dan Bagendang Hilir di Kabupaten Kotim, bahwa kondisi 50 tiang listrik yang berada di wilayah setempat sudah tergerus oleh kondisi alam, sehingga sangat membahayakan masyarakat. Sedangkan janji pihak PLN untuk memindahkannya hanya tinggal janji karena sudah sekian lama tidak ada kabar,” ucap Jainudian Karim, saat dikonfirmasi Tabengan via Whatsapp, Senin (1/5).
Dijelaskan, pemindahan tiang listrik tersebut sudah beberapa kali diajukan kepada PT PLN, namun belum tindaklanjuti. Di Desa Bagendang Permai terdapat 20 tiang listrik dan di Desa Bagendang Hilir sebanyak 30 tiang listrik.
“Usulan pemindahan pemindahan tiang listrik di Desa Bagendang Permai dan Bagendang hilir, sudah beberapa kali diajukan dalam kurun waktu berapa tahun terakhir. Namun tidak pernah ditindaklanjuti oleh pihak PLN,” ujarnya.
Kendati demikian, politisi dari Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini berharap agar Pemerintah Kabupaten Kotim bersama PLN bisa secepatnya menindaklanjuti usulan yang disampaikan oleh masyarakat Bagendang Permai dan Bagendang Hilir.
“Tentunya saya selaku wakil rakyat berharap agar pihak PLN, Pemkab Kotim maupun SOPD di Provinsi yang menangani bidangnya agar bisa mengecek serta mengontrol tiang listrik sebanyak 50 tiang di 2 Desa Bagendang Permai dan Desa Bagendang Hilir di Kecamatan Mentaya Hilir Utara agar pihak PLN bisa turun ke lapangan dan bisa mengganti tiang yang sudah rusak, akibat tergerus di sepanjang bantaran Sungai Mentaya,” pungkasnya. nvd











