PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Banyaknya kerusakan jalan di Bumi Tambun Bungai pada tahun 2022 yang dikompilasi/Februari 2023 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) yang bersumber data dari DPUPR Kalteng, dengan total 11.040.06 kilometer (km), kembali mendapat sorotan dari kalangan DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng).
Menurut Ketua Komisi IV DPRD Kalteng yang membidangi Pembangunan dan Infrastruktur, Henry M Yoseph, kerusakan jalan sepanjang 11.040.60 km tersebut harus mendapat perhatian khusus, baik dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) maupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Kota, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Tengah dibawah Kementerian PUPR.
“Berkaitan dengan kerusakan jalan, tentunya hal tersebut harus mendapat perhatian dari Pemprov maupun Pemkab, baik melalui Dinas PUPR maupun Balai. Karena untuk penanganannya memiliki kewenangan masing-masing dari 2 instansi tersebut,” ucap Henry, saat dikonfirmasi Tabengan di Gedung Dewan, Selasa (16/5).
Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV meliputi Kabupaten Barito Timur (Bartim), Barito Selatan (Barsel), Barito Utara (Barut) dan Murung Raya (Mura) ini juga berharap pemerintah segera melakukan penanganan terhadap kerusakan-kerusakan jalan di Kalteng, mengingat akses jalan sangat dibutuhkan oleh masyarakat serta berdampak pada sejumlah sektor seperti perekonomian, pendidikan dan kesehatan.
“Memang pada dasarnya pembangunan infrastruktur, khususnya jalan di suatu wilayah, harus diimbangi dengan ketersediaan anggaran. Namun yang terpenting, harus ada niat dan kemauan dari Pemerintah untuk merealisasikan pembangunan tersebut dan saya rasa, perihal anggaran bukanlah masalah yang signifikan,” ujarnya.
Kendati demikian, politisi dari Fraksi Partai NasDem ini meminta pemerintah untuk tanggap dan tidak terkesan tutup mata terhadap kerusakan jalan di Kalteng.
“Pemerintah melalui Dinas PUPR dan Balai pasti memegang data terkait kerusakan jalan di Kalteng, sehingga jangan sampai pemerintah terkesan tutup mata dan membiarkan masalah ini berlarut-larut,” pungkasnya. nvd











