Spirit Kalteng

PENELITIAN ILMIAH-Sapuyung Dare, Topi Ritual Dayak ke Negeri Ginseng

55
×

PENELITIAN ILMIAH-Sapuyung Dare, Topi Ritual Dayak ke Negeri Ginseng

Sebarkan artikel ini
ISTIMEWA WAKILI KALTENG- Tim Penelitian Ilmiah SMAN 2 Palangka Raya sesaat akan berangkat  ke Seoul, Korea Selatan.

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID- Dunia Pendidikan Kalteng patut berbangga. Pasalnya, Tim Penelitian Ilmiah Remaja SMAN 2 Palangka Raya terpilih menjadi Finalis World Invention Creativity Olympic (WICO) 2023 di Negeri Gingseng, Korea Selatan. Tepatnya di Seoul, 27-29 Juli 2023. Tim kali ini mengangkat tema Sapuyung Dare, topi ritual Dayak dari hidup sampai mati.

“Sapuyung Dare adalah budaya kerajinan anyaman bambu suku Dayak yang hampir punah. Pada dasarnya Sapuyung Dare digunakan sebagai topi ritual sepanjang hayat suku Dayak mulai dari kelahiran hingga kematian. Akan tetapi, masa kini terjadi degradasi Sapuyung Dare, sehingga minim dokumentasi bahkan para perajin yang rata rata lanjut usia,” beber Guru Sejarah SMAN 2 Palangka Raya, Sintania T.T. Asang SPd MPd yang menjadi Pembina dan ikut bersama tim ini.

Padahal, lanjut Sintania, Sapuyung Dare sangat kental nilai filsafat hidup suku Dayak. Penelitian ini juga berhasil menemukan pola kekerabatan, bahkan pola asal usul suku bangsa di Asia melalui kerajinan bambu.

Penelitian ini juga mendeskripsikan hakikat dan fungsi Sapuyung Dare bahkan beberapa upaya mempertahankan Sapuyung Dare. Jangan sampai salah satu produk budaya ini punah karena suku Dayak akan perlahan kehilangan identitas budayanya.

Adapun para peneliti muda SMAN 2 dalam Karya Ilmiah ini: Hidayat Yoga Mulyana kelas X MIPA 1, Azizah Nur Candy kelas X MIPA 3, Debora Natalia Putri kelas XI MIPA 6, Calista Donanda Binti kelas X IPS 3, Daniela Elvaretha Angelia kelas X MIPA 1.

Sedangkan para guru yang turut mendampingi Tim ini, sebagai Guru Pembina Sintania T.T. Asang beserta 3 guru pendamping lainnya Arbendi SPd, Elvia T.T. Asang SPdk MPd, Eni Oktavia MPd.

Untuk diketahui, Tim Sapuyung Dare bukanlah satu-satunya yang berangkat ke Seoul dalam Kompetisi Ilmiah bergensi ini. Masih ada 4 Tim yang dikomandani oleh Helita MPd, yang membawakan Karya Tulis di bidang Kesehatan dan Lingkungan.

“Dua tim bidang kesehatan dan 2 tim bidang lingkungan,” bebernya langsung dari Seoul.

Mewakili orang tua peserta Tim, Agustina mengatakan sangat mendukung kegiatan Tim Penelitian Ilmiah Remaja SMAN 2 Palangka Raya mengangkat karya Sapuyung Dare. Karena melalui kegiatan ini menjadi sarana memperkenalkan salah satu bagian dari kebutuhan ritual adat Dayak.
“Kami orang tua berterima kasih atas dukungan penuh dari Kepsek SMAN 2 beserta semua dewan guru dan guru pembimbing penelitian yang sudah berkarya bersama anak anak. Terima kasih atas kesempatan anak kami bisa memberikan ruang untuk menyalurkan kreativitas mereka. Terima kasih juga untuk sponsorship karena dana selain dari sekolah, orang tua dan sponsor juga,” bebernya.

Harapannya semoga akan banyak lagi beasiswa untuk penelitian bagi anak anak SMA selanjutnya, sehingga bisa meningkatkan  ide-ide kreatif anak-anak, bisa jadi wahana transformasi pengetahuan, mampu menganalisis dan berfikir kritis.

Sebagai orang tua selalu memberi semangat dan doa restu semua tim yang berangkat membawa nama harum Palangka Raya dan Kalimantan Tengah dapat mendapatkan hasil yang terbaik.

“Kerja sama tim guru, anak anak, orang tua yakini akan memberi hasil yang terbaik. Semangat berkarya dan berlomba, mendapat pengalaman indah dan pengalaman bersaing dengan negara lain,” tandasnya. daniel susanto ngadini

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *