+Teras Dorong Pemerhati dan Peduli Pendidikan
+Minimnya Siswa Kalteng Diterima di Fakultas Kedokteran
PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Polemik minimnya putra putri lokal yang diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Palangka Raya (UPR), mendorong Forum Ormas Dayak Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar diskusi publik. Diskusi bertujuan untuk mencari tahu apa yang menjadi penyebabnya dan solusi apa yang akan diberikan.
Hadir sebagai narasumber Senator Kalteng Agustin Teras Narang, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Kalteng Biroum, Pemerhati Pendidikan Aswin Usup, dan perwakilan Dinas Pendidikan Kalteng.
Teras Narang mengatakan, ada banyak hal yang disampaikan dan untuk dibahas bersama. Poinnya, menyelesaikan permasalahan pendidikan tidak bisa hanya menyerahkan kepada pemerintah.
Menurut mantan Gubernur Kalteng 2 periode ini, harus ada keberpihakan dalam menyelesaikan masalah di Fakultas Kedokteran UPR, yakni yang disebut diskresi.
Permasalahannya, di Kalteng hanya 5 daerah yang indeks pembangunan manusia (IPM) memenuhi standar. Artinya, ada 9 daerah yang mengalami permasalahan, dan permasalahan itu pastinya tidak sama.
Anggota DPD RI Dapil Kalteng ini melanjutkan, permasalahan yang dihadapi oleh 9 daerah ini harus dilakukan inventarisasi. Apakah karena masalah guru atau mungkin fasilitas belajar mengajar. Menyelesaikannya kita harus bergerak bersama, dengan catatan kabupaten harus jujur dengan permasalahan pendidikan yang dihadapi. Dimulai dari masalah guru, apakah mendapat perhatian atau tidak.
“Bagaimana mungkin dapat menjadikan murid pintar, apabila guru tidak mengikuti pendidikan dan pelatihan. Sebab itu, dulunya dikenal dengan istilah sertifikasi. Para guru diberikan insentif, tujuannya guru belajar, belajar, dan belajar. Kasihan adalah guru-guru yang ada di desa, kasihan apabila tidak dibantu untuk pendidikan dan pelatihannya. Hal selanjutnya adalah masalah anak didik. Saya selalu menggandeng Harati dan Barigas. Tidak mungkin bisa Harati, bila tidak Barigas, dan juga sebaliknya,” kata Bapak Pembangunan Kalteng ini, saat dibincangi terkait dengan hasil diskusi publik, Senin (7/8).
Tengkes atau stunting, lanjut Teras Narang, masih ada. Ini adalah sejumlah permasalahan yang harus dihadapi di dunia pendidikan sekarang ini. Karenanya, disarankan untuk dibentuk Forum Pemerhati dan Peduli Pendidikan di Kalteng. Ini adalah penghubung dengan provinsi, dan juga kabupaten, dan kota. Fungsinya membantu Dinas Pendidikan dalam mengembangkan pendidikan di Kalteng ke depannya.
Teras Narang menilai, tidak bisa hanya bergantung ataupun menyalahkan pada pemerintah, atas kondisi pendidikan yang terjadi sekarang ini. ded











