-
Spirit Kalteng

Bolos, 14 Pelajar Palangka Raya Terjaring Razia Harati

36
×

Bolos, 14 Pelajar Palangka Raya Terjaring Razia Harati

Sebarkan artikel ini
ISTIMEWA RAZIA- 14 pelajar terjaring razia Harati tim gabungan Satpol PP Palangka Raya dan kepolisian, Senin (28/8), di Palangka Raya.
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Palangka Raya menggelar razia Harati, di sejumlah titik. Razia Harati sendiri bentuk perhatian pemerintah atas dunia pendidikan di Palangka Raya. Hasil razia Harati, sebanyak 14 pelajar yang terjaring razia dan dilakukan pembinaan.

Bidang Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan Produk Hukum Daerah Satpol PP Palangka Raya Djoko Wibowo menyampaikan, beberapa hari sebelumnya jajaran petugas melakukan patroli dan menemukan ada pelajar yang diketahui berada di luar sekolah, saat jam belajar.

Menindaklanjuti hasil temuan itu, kata Djoko, dibentuklah tim untuk melakukan razia. Lokasi-lokasi yang menjadi tempat pelajar ini nongkrong didatangi, dan hasilnya ada 14 pelajar yang terjaring razia. 14 pelajar ini kemudian dibawa, dan dilakukan pembinaan.

“Sebelum pulang, anak-anak ini kita panggil orang tua masing-masing, dan perwakilan sekolah masing-masing. Setiap siswa diwajibkan membuat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya. Satu yang saya sesalkan, kenapa anak-anak ini membolos, dan ke cafe, kenapa tidak ke perpustakaan,” kata Djoko, saat menyampaikan hasil razia Harati yang dilakukan tim gabungan, Rabu (30/8), di Palangka Raya.

Menurut Djoko, alasan anak-anak ini membolos adalah karena terlambat datang ke sekolah. Sekolah tentu tidak akan melarang anak-anak masuk sekolah, meskpun terlambat. Mungkin akan diberikan sanksi, yang tujuannya mengajarkan disiplin, sehingga tidak terlambat lagi ke sekolah.

Pembinaan yang dilakukan, jelas Djoko, berupa wejangan agar tidak membolos lagi. Pendidikan sangat penting, dan modal awal dalam menapak masa depan. Petigas juga mengetahui dimana saja lokasi-lokasi atau titik-titik yang dijadikan tempat untuk membolos. Jangan sampai, ketika razia, ditemukan kembali.

Hasil razia Harati, ungkap Djoko, ada 12 anak yang berasal dari SLTS, dan 2 anak dari SLTP. Semuanya sudah diserahkan ke orang tua, dan pihak sekolah masing-masing.ded

-
-
-