Spirit Kalteng

September Puncak Karhutla

25
×

September Puncak Karhutla

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI

*1.742 Titik Panas di Kapuas

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya diprediksi mencapai puncaknya pada September ini. Upaya konsolidasi terus dilakukan BPBD Kota Palangka Raya, seiring tidak adanya hujan dalam prakiraan cuaca BMKG.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Palangka Raya Emy Abriyani mengatakan, hingga 3 September 2023, telah terjadi 262 kejadian karhutla di Kota Palangka Raya. Dari jumlah tersebut seluas 181,67 hektare lahan terbakar.

Karhutla kini semakin meluas ke arah permukiman warga. Terakhir, karhutla terjadi di Jalan Surung dan Jalan Gurame.

“Luasan karhutla menyebar dengan cepat. Saat ini titik api yang awalnya tidak ada di permukiman, sekarang sudah muncul,” katanya, Senin (4/9).

Ia menyebutkan, puncak karhutla diperkirakan akan terjadi bulan ini, berdasarkan prakiraan cuaca BMKG yang menyebutkan jika September tidak ada hujan.

Petugas di lapangan kini telah mulai mengeluhkan sulitnya mendapatkan pasokan air untuk proses pemadaman. Parit-parit yang ada di sekitar lokasi karhutla juga turut mengering.

“Untungnya masyarakat mau meminjamkan mesin pompanya untuk mengisi tangki armada untuk pemadaman. Kita juga sudah koordinasi dengan PDAM, mereka membuka hydrant untuk pengisian air di Jalan Ahmad Yani dan G Obos,” sebutnya.

Upaya konsolidasi pun terus dilakukan guna mengantisipasi semakin meluasnya karhutla di Kota Palangka Raya. Termasuk terhadap 30 regu gabungan pemadam karhutla.

“Kita ada sekitar 30 lebih regu pemadam karhutla. Walaupun secara kuantitas personel belum memadai, kita berupaya membagi regu agar semua titik api dapat tertangani semua. Kita diberkati agar seluruh regu yang ada semuanya adalah pemain lapangan dan berpengalaman,” jelasnya.

Melihat mulai tercemarnya kualitas udara di Kota Palangka Raya, Emy pun mengimbau agar masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah dan mulai mengenakan masker ketika bepergian. Mengingat saat ini sudah banyak partikel debu yang beterbangan.

“Kualitas udara di Kota Palangka Raya masih sedang, namun di bawah baik. Mulai gunakan masker dan kurangi aktivitas di luar rumah,” imbaunya.

 

Kapuas Melonjak

Akibat cuaca panas dan kemarau yang terjadi di 2023 ini, BPBD Kapuas telah mendeteksi sekitar 1.742 titik panas dan  menanggulangi 68 kejadian kebakaran lahan di 10 kecamatan.

Data Pusdalops BPBD Kapuas menyebutkan, penanggulangan kejadian karhutla dimulai sejak Mei 2023 dengan 3 kasus, kemudian Mei 4 kasus, Juni 9 kasus dan pada Agustus melonjak menjadi 44 kasus. Sedangkan sampai dengan 4 September 2023 telah terjadi 8 kasus.

“Dari 68 kejadian karhutla tersebut, seluas 580,6 ha lahan terbakar. Terparah di Kecamatan  Mantangai dengan 22 kasus, Dadahup 16 kasus, dan Kapuas Murung dengan 14 kasus dan Kecamatan Selat dengan 10 kejadian,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kapuas Panahatan Sinaga, Senin (4/9).

Hingga saat ini pihaknya bersama Tim Gabungan Satgas  Siaga Karhutla terus berupaya semaksimal mungkin menanggulangi kejadian kebakaran lahan. Selain menggiatkan patroli dan secara langsung bersosialisasi , tidak lupa dirinya mengimbau kepada masyarakat luas untuk ikut serta proaktif menanggulangi dan segera melaporkan, apabila ada melihat kejadian karhutla di sekitar tempat tinggalnya. fwa/c-yul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *