Nunus: Terima Kasih Desa Tumbang Habangoi

Teks Foto Tabengan/Yulianus Juara – Fotografi Air Terjun di Desa Tumbang Habangoi, karya Fotografer Harian Umum Tabengan Yulianus Lundju, menjadi pemenang salah satu kategori lomba yakni landscape, yang dilaksanakan BKSDA Kalteng, dalam peringatan Hari Konservasi Alam Nasional 2023, baru-baru ini di Palangka Raya.

Kategori landscape, fotografer Harian Umum Tabengan Yulianus Lundju, mendapatkan juara dengan foto air terjun yang terdapat di Desa Tumbang Habangoi, Kabupaten Katingan

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Balai Konservasi Sumber Daya Alam  Kalimantan Tengah (BKSDA Kalteng), menggelar lomba bertemakan human interest, flora fauna, dan landscape. Lomba ini digelar sebagai salah satu rangkaian kegiatan dalam memperingati Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) Tahun 2023 di Kalteng.

Mengambil tema Keanekaragaman Hayati, lomba yang digelar untuk umum ini diikuti oleh cukup banyak peserta. Kategori landscape, fotografer Harian Umum Tabengan Yulianus Lundju, mendapatkan juara dengan foto air terjun yang terdapat di Desa Tumbang Habangoi, Kabupaten Katingan. puncak HKAN sendiri dijadwalkan pada 23 Oktober 2023, di Taman Wisata Alam Bukit Tanggkiling.

Nunus, sapaan akrab Yulianus, mengaku senang, dan bangga dengan apa yang didapatkan, berupa juara di kategori landscape. Semua itu, tidak lepas dari peranan, dan dukungan semua pihak, terkhusus warga Desa Tumbang Habangoi. Sebab itu, apa yang berhasil ditorehkan ini, juga dipersembahkan kepada warga Desa Tumbang Habangoi.

“Saya secara pribadi menyampaikan ucapan terima kasih, dan penghargaan kepada warga Desa Tumbang Habangoi, atas segala dukungan yang diberikan. Prestasi yang saya dapat ini, saya persembahkan pula kepada warga Desa Tumbang Habangoi. Terima kasih pula kepada panitia, juri, dan jajaran BKSDA Kalteng yang sudah memberikan penilaian, serta menjadikan foto air terjun di Desa Tumbang Habangoi, sebagai juara I kategori landscape,” kata Nunus, saat diminta komentarnya terkait hasil lomba peringatan HKAN, Minggu (10/9) di Palangka Raya.

Nunus mengajak seluruh masyarakat Kalteng, untuk dapat menjaga dan melestarikan alam. Hasil lomba itu pula, tidak semata bentuk penghargaan atas karya yang dihasilkan, tapi juga bentuk pengetahuan, dan pembelajaran bahwa ada begitu banyak alam indah yang ada di Kalteng. Dengan ini, akan semakin luas lagi untuk mengenal, dan memperkenalkannya kepada masyarakat luas.

Terakhir, ungkap Nunus, karya fotografi ini juga sebagai salah satu bentuk promosi akan keindahan alam yang ada di Kalteng. Menjaga alam ini tetap indah adalah tugas dan tanggung jawab bersama.ded