Hukrim  

Pj Bupati Barsel Maafkan Pembuat Pamflet Hoaks

FOTO: EKSPOS - Kuasa hukum Pj Bupati Barsel bersama dengan Kasat Reskrim dan ZA selaku pelaku pembuat plamfet hoaks saat memberikan keterangan pers, di Polres Barsel, Rabu (13/9). HAMDAN

BUNTOK/TABENGAN.CO.ID – Beberapa hari yang lalu, tepatnya pada tanggal 6 September 2023, Penjabat (Pj) Bupati Barito Selatan (Barsel) H Deddy Winarwan telah melaporkan ke Polisi terkait oknum pembuat pamflet atau brosur yang tersebar di media sosial menggunakan logo Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barsel, Pj Bupati Barsel, dan Ketua TP PKK Barsel. Aparat Kepolisian Resor (Polres) Barsel setelah melakukan penyelidikan, akhirnya menemukan terduga pelaku yakni warga Buntok berinisial ZA. Dalam pemeriksaan oleh Polisi, ZA telah mengakui perbuatan dan meminta maaf atas kesalahannya.

Akhirnya pada tanggal 13 September 2023, Pj Bupati Barsel melalui Kuasa Hukumnya Khadapi memaafkan dan mencabut laporan untuk mempidanakan pembuat dan penyebar pamflet tersebut. Pencabutan laporan tersebut terjadi setelah oknum pembuat berinisial ZA meminta maaf secara lisan dan tulisan kepada kuasa hukum Pj Bupati Barsel disaksikan oleh Kasat Reskrim Polres Barsel, Asisten I Setda Barsel dan perwakilan dari Dinas Kominfo Barsel, di kantor Polres Barsel lama, Rabu (13/9)

Pelaku mengakui perbuatannya serta menyesal telah membuat dan menyebar pamflet tersebut di grup AMBS facebook yang telah mencatut nama Pj Bupati dan istri, sehingga membuat kegaduhan dan membuat orang nomor satu di Barsel itu tidak berkenan.

“Saya tidak ada maksud yang tidak baik terhadap beliau, tetapi karena kesalahan saya yang tidak sengaja mencatut foto beliau dan istri. Oleh sebab itu saya memohon kepada Pj Bupati Barsel untuk bisa memberikan maaf kepada saya dan saya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan tersebut,” pinta ZA

Sementara itu, Khadapi selaku Kuasa Hukum Pj Bupati Barsel mengatakan, pelaku telah meminta maaf secara langsung dan secara tertulis. Sehingga, Pj Bupati Barsel menyatakan memaafkan pelaku yang telah membuat pamflet hoaks tersebut serta mencabut laporan yang telah disampaikan kepada Polres Barsel pada tanggal 6 September 2023 yang lalu.

“Pencabutan laporan ini tidak ada paksaan dan intervensi dari pihak manapun. Ini murni ketulusan dan kemurahan hati Pj Bupati Barsel kepada salah satu masyarakat Barsel,” ucap Khadapi.

Ia menjelaskan, pelaporan ke Polisi itu dilakukan akibat pamflet hoaks tersebut berakibat publik banyak menilai Pj Bupati Barsel berpihak kepada salah satu partai politik. Untuk menghindari hal tersebut, maka kliennya yang ditugaskan Kemendagri sebagai Pj Bupati Barsel, meminta agar kejadian tersebut untuk diproses dengan tuntas, sehingga jelas siapa pelaku dan apa niat serta tujuannya.

“Agar publik sama-sama memahami bahwa semua masyarakat boleh beriang gembira dan boleh bersuka cita menyambut HUT Barsel, tetapi dalam poros koridor yang benar,” saran Khadapi.

Bahkan partai politik dipersilahkan untuk mengucapkan selamat dan semestinya seperti itu. Tetapi ketika menggunakan logo partai politik dan pengurus partai politik untuk HUT Barsel, tidak boleh menggunakan foto dan lambang orang lain tanpa ijin yang bersangkutan.

Terpisah, Kapolres Barsel AKBP Yuspandi SIK melalui Kasat Reskrim Polres Barsel AKP Afif Hasan membenarkan, bahwa pelaporan itu telah dicabut dan secara otomatis perkara ini dihentikan. Afif membenarkan bahwa kejadian tersebut adalah merupakan tindak pidana. Namun karena kesepakatan antara Pelapor dan Terlapor, akhirnya laporan tindak pidana ini di cabut dan dihentikan.

“Memang benar, sebelumnya Pj Bupati Barsel melalui Kepala Diskomimfo Barsel telah melaporkan oknum pembuat pamflet dalam rangka Hut Barsel itu, yang mencatut nama Pj Bupati Barsel dan istri tanpa ijin,”pungkasnya.c-dan