Masyarakat Bakar PT HMBP 1

ISTIMEWA KECEWA-Fasilitas PT HMBP 1 Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan yang dibakar massa pada Kamis malam.

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID-Kapolres Seruyan AKBP Ampi Mesias Von Bulow membenarkan telah terjadi peristiwa pembakaran fasilitas milik PT Hamparan Massawit Bangun Persada  (HMBP) 1 Kecamatan Seruyan Raya, Kabupaten Seruyan.

“Iya benar, telah terjadi pembakaran fasilitas milik perusahaan, seperti video yang beredar,” kata Kapolres saat dikonfirmasi via telepon, Jumat (22/9).

Kapolres menjelaskan, awal mula terjadinya situasi tersebut, setelah masyarakat mencabut mandat kepada TBBR, ada pihak masyarakat yang ingin bertemu dengan pihak perusahaan dan sudah difasilitasi oleh pihak aparat.

“Jadi pihak masyarakat menunjuk perwakilannya untuk melakukan mediasi dengan pihak perusahaan dan semuanya sudah kita fasilitasi,” terangnya.

Namun, saat pertemuan itu berlangsung ada 15 kendaraan berjenis pikap yang ikut menyusul ke perusahaan dengan tujuan untuk membuat batas di dalam perusahaan.

“Jadi mereka mau membuat batas yang 1.175 hektare dan dalam perjalanannya ada beberapa unit dengan kecepatan tinggi hampir menabrak anggota kami, sehingga kita lakukan tindakan dengan menembakkan gas air mata setelah upaya menghentikan kendaraan dengan cara peringatan tidak terdengar, mungkin karena mobil yang terlalu kencang,” katanya.

Mendengar kejadian tersebut, lanjut Kapolres, pihak perwakilan masyarakat dan perusahaan yang akan melakukan pertemuan terkejut dan membuat pertemuan tersebut batal.

“Kita duga pembakaran yang dilakukan oleh oknum warga itu merupakan bentuk kekecewaan karena batalnya pertemuan antara perwakilan masyarakat dan perusahaan,” ungkapnya.

Ia menerangkan, saat ini situasi mulai kondusif dan pihaknya tetap melakukan upaya pendekatan dengan mengutamakan prinsip komunikasi yang baik dengan berbagai pihak agar mencegah kejadian serupa terulang kembali.

“Kita sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk tokoh dan pejabat daerah, mereka pun menyayangkan kejadian tersebut dan berharap agar segera ditemukan titik solusi untuk masalah ini,” ungkapnya.

Polda Kirim 500 Personel

Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Polda Kalteng) terus berjibaku melakukan pengamanan terhadap unjuk rasa berujung anarkis yang berlangsung di Desa Bangkal, Kabupaten Seruyan.

Hingga sejauh ini sudah ada 500 personel gabungan yang diterjunkan guna melakukan pengamanan dan evakuasi warga di sekitar PT HMBP.

Memastikan kondisi tetap berlangsung kondusif, Karo Ops Polda Kalteng Kombes Pol Tory Kristanto dan Kabid Humas Kombes Pol Erlan Munaji mendatangi langsung lokasi, Jumat (22/9).

Erlan menegaskan, melihat kondisi unjuk rasa yang terjadi, pihaknya memastikan akan melakukan penyelidikan dan penindakan terhadap perusakan yang dilakukan oleh massa terhadap fasilitas umum.

“Saat ini sudah ada 500 personel yang diterjunkan untuk proses pengamanan dan evakuasi,” katanya.

Secara keseluruhan, Erlan menilai jika kondisi masih berlangsung kondusif. Ia pun meminta agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh kabar yang beredar dan kelompok-kelompok yang dapat merugikan diri sendiri dan masyarakat.

Masyarakat diminta tidak termakan isu-isu yang dapat meresahkan. Biasakan saring informasi yang didapatkan terlebih dahulu sebelum membagikannya kepada orang lain.

Manfaatkan layanan kepolisian yang tersedia melalui call center 110, media sosial Polda Kalteng dan jajaran atau melalui bhabinkamtibmas yang sedang bertugas di wilayah setempat.

“Mari bersama menjaga iklim investasi di Kalimantan Tengah agar masyarakat sejahtera. Selalu jaga situasi kamtibmas di wilayah masing-masing,” imbaunya.

Bupati Imbau Masyarakat Kondusif

Menyikapi kejadian di PT HMBP yang kian memanas, Bupati Seruyan Yulhaidir meminta seluruh camat memberikan imbauan kepada seluruh kepala desa untuk tidak ikut pada kegiatan unjuk rasa di Desa Bangkal terkait permasalahan yang terjadi pada PT HMBP.

Dia juga meminta kepada seluruh kades untuk berkoordinasi kepada camat di masing-masing wilayah, terkait adanya potensi pergerakan massa atau masyarakat yang akan melakukan unjuk rasa di Desa Bangkal.

“Surat ini sebagai imbauan untuk menghindari terjadinya konflik yang tidak terkendali antara masyarakat dan pihak aparat keamanan yang saat ini bertugas mengamankan situasi agar tetap kondusif,” terang Bupati Seruyan Yulhaidir, Jumat (22/9).

Bupati juga meminta agar semua pihak bisa berkoordinasi dengan camat di wilayahnya masing-masing, terhadap setiap pergerakan di wilayahnya dan agar melaporkan kepada Bupati Seruyan ataupun Sekretaris Daerah Seruyan.

“Kita berharap agar situasi tetap kondusif dan tidak terjadi konflik antara masyarakat dan aparat serta semua pihak mengedepankan komunikasi dengan pikiran yang dingin dan jalan musyawarah,” kata Yulhaidir. c-vik/fwa