* Pemkab Kotim Salat Istisqa
PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Stasiun Tjilik Riwut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Tengah (Kalteng) memprediksi cuaca di provinsi setempat dalam satu minggu ke depan akan berawan dan mengalami hujan intensitas ringan/hujan lokal dan belum merata.
Prakirawan Cuaca BMKG Kalteng Lian Adriani mengatakan, hujan lokal tersebut berada di Kalteng bagian utara, yakni Wilayah Kabupaten Murung Raya, Barito Utara, Gunung Mas, Kapuas bagian utara, dan Katingan bagian utara.
Sedangkan Kalteng bagian pesisir/selatan, pihaknya memprediksi intensitas hujan masih cukup terlalu rendah, terutama seperti Sukamara, Kotawaringin Barat, Seruyan, Kotawaringin Timur, Katingan, Pulang Pisau, Kapuas dan Kota Palangka Raya.
“Untuk Kota Palangka Raya hanya bagian utara saja yang mengalami hujan intensitas rendah, seperti Kecamatan Rakumpit dan Bukit Batu. Sedangkan bagian selatannya kami prakirakan potensi hujannya cukup rendah untuk 3 hari sampai satu minggu ke depan,” jelasnya, Selasa (3/10).
Ia menjelaskan, tempat terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seperti Tanjung Taruna, Kameloh Baru dan Tumbang Nusa prakiraan hujannya masih rendah, kemungkinan tidak ada hujan sampai satu minggu ke depan.
Selain itu, ia menerangkan prediksi awal musim hujan akan datang pada pertengahan Oktober ini, dan itu pun akan bertahap melalui Kalteng bagian barat yakni Lamandau.
“Kemudian akan merambat ke bagian tengah pada akhir Oktober, dan untuk Kalimantan Tengah bagian selatan diprediksi akan awal musim hujan terjadi pada pertengahan November,” terangnya.
Pihaknya mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai pada musim peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. Biasanya cuaca ekstrem, seperti tingginya suhu udara yang ekstrem.
“Di pagi hari sampai siang itu akan adanya panas yang terik, memasuki sore hari akan ada awan hitam yang akan menimbulkan hujan sedang hingga lebat,” pungkasnya
Salat Minta Hujan
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) menggelar istisqa atau salat minta hujan di halaman Kantor Bupati Kotim, Selasa (3/10).
Pelaksanaan salat yang dipimpin oleh Ustaz Malik Ashari tersebut turut dihadiri oleh Bupati Kotim Halikinnor, Sekda Kotim Fajrurrahman dan sejumlah Kepala SOPD serta masyarakat umum.
“Kita hari ini (Selasa) bersama-sama melaksanakan salat istisqa dengan memohon ampun dan memohon agar Allah menurunkan hujan sebanyak-sebanyaknya. Semoga musim kemarau dan kasus karhutla di Kotim segera berlalu,” ujarnya.
Dikatakan Halikinnor, pihaknya sudah berupaya maksimal dalam menangani karhutla di lapangan. Bahkan pihaknya juga dibantu pemadaman dengan water boombing untuk dapat menjangkau lokasi-lokasi yang tidak dapat dilakukan pemadaman dengan jalur darat. Apalagi kondisi lahan di Kotim rata-rata merupakan lahan gambut yang jika terbakar sangat sulit dipadamkan.
“Mudah-mudahan dengan salat istisqa ini Allah segera memberikan hujan dalam waktu tidak terlalu lama, sehingga bisa memadamkan kebakaran lahan,” harapnya.
Untuk itu dirinya terus mengimbau kepada seluruh masyarakat Kotim di rumah-rumah ibadah, agama apa pun untuk dapat meminta hujan di daerah kita dan daerah-daerah lain di Indonesia yang juga mengalami kekeringan.
Pihaknya juga berencana meminta Pemerintah Pusat agar dapat melakukan hujan buatan di wilayah ini. Sebab, menurutnya Pemerintah Pusat juga terus memonitor, sehingga mereka tahu berapa banyak hotspot yang muncul. jef/c-may











