SAMPIT/TABENGAN.CO.ID – Sekitar 50 hektare lahan belukar di Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terbakar hebat. Camat Teluk Sampit Dedi Purwanto menyebut puluhan hektare lahan belukar itu terbakar selama sekitar satu minggu hingga saat ini.
“Kebakaran hebat juga terjadi Senin (9/10) hingga saat ini, sekitar 3 sampai 4 hektare lahan terbakar dan saat ini pun sedang dilakukan pemadaman di lapangan,” ujarnya, Selasa (10/10).
Dikatakan Dedi, jika di wilayah lain sudah mendapatkan hujan, namun di Kecamatan Teluk Sampit sampai saat ini sama sekali tidak mendapatkan hujan. Sehingga lahan di wilayah Teluk Sampit kondisinya sangat mudah terbakar karena musim kemarau. Terutama untuk kawasan lahan belukar yang tidak terawat. Ditambah lagi kondisi angin yang kencang membuat api cepat meluas ke lokasi lain.
Saat ini pun, menurutnya, di beberapa titik lokasi masih terbakar. Dalam melakukan pemadaman, meskipun pihaknya dibantu tim dari BPBD Kotim dan juga bantuan dari perusahaan setempat, namun pihaknya masih terkendala stok air yang jumlahnya terbatas. Juga lokasi kebakaran yang sulit dijangkau petugas.
Terpisah, Sekretaris BPBD Kotim Arif membenarkan daerah Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, belum mendapatkan hujan selama musim kemarau berlangsung. Meskipun daerah lain sudah mendapatkan hujan dengan bantuan teknologi modifikasi cuaca atau hujan buatan.
Khusus di Kecamatan Teluk Sampit, mereka menerjunkan sebanyak 15 personel sejak Sabtu (7/10) lalu, dengan membawa 4 unit tangki suplai pemadam. Namun, dalam melakukan penanganan pihaknya terkendala lokasi yang sulit dijangkau karena akses jalan yang sulit. Sehingga hanya bisa menggunakan alkon untuk memadamkan api ke lokasi yang sulit dijangkau.
“Sementara untuk penggunakan water boombing tidak bisa kita lakukan karena lokasi kebakarannya mendekati wilayah konsesi. Sehingga tidak mungkin dilakukan kegiatan water boombing di lokasi itu,” pungkasnya.
50.183 Hotspot di Kalteng
Kepala BP-BPK Kalteng Ahmad Toyib saat dihubungi Tabengan, Selasa (10/10), menyampaikan, update data karhutla hingga 9 Oktober 2023 terdeteksi sebanyak 50.183 titik hotspot di Kalteng. Barito Selatan sebanyak 2.007 hotspot, kejadian karhutla sebanyak 353 dan luas karhutla 1158,235.
Kemudian Barito Timur 682 hotspot, kejadian karhutla 47 dan luas karhutla 99,73. Barito Utara 747 hotspot, kejadian karhutla 267 dan luas karhutla 217,555. Selanjutnya Gunung Mas 663 hotspot, kejadian karhutla sebanyak 27 dan luas karhutla 369.46. Kemudian Kapuas 7.974 hotspot, kejadian karhutla 380 dan luas karhutla 1.187.
Katingan 4.033 hotspot, kejadian karhutla sebanyak 290 dan luas karhutla 665,7007 hektare. Kota Palangka Raya 2.001, kejadian karhutla 603, dan luas karhutla 917,72144. Kotawaringin Barat hotspot 3.142, kejadian karhutla 139 dan luas karhutla 1305,815.
“Kemudian Kotawaringin Timur 8.033 titik hotspot, kejadian karhutla 535, dan luas karhutla 960,8366. Untuk Lamandau 1.111 titik hotspot, kejadian karhutla sebanyak 33 dan luas karhutla 44,9534” sebutnya.
Murung Raya sebanyak 924 titik hotspot, kejadian karhutla 24 dan luas Karhutla 33,63. Pulang Pisau sebanyak 8496 titik hotspot, kejadian karhutla 448 dan luas 909, 6151. Sedangkan Seruyan 7.780 titik hotspot, kejadian karhutla 320 dan luas 1873, 552. Sukamara 2620 titik hotspot, kejadian karhutla 109, dan luas karhutla 355,6515.
Ahmad Toyib juga menyampaikan, BP-BBK Kalteng terus memantau wilayah-wilayah yang terjadi karhutla dan selalu menerima laporan setiap hari di semua kabupaten yang ada. c-may/ldw











