PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Ketua Komisi C DPRD Kota Palangka Raya M Hasan Busyairi memberikan respon positif terhadap kebijakan Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Pendidikan (Disdik) setempat menyikapi dampak dari kabut asap dengan mengeluarkan kebijakan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) pada seluruh Satuan Pendidikan pada jenjang TK, SD dan SMP yang ada di wilayah Kota Palangka Raya.
“Beberapa hari ini memang dari Disdik sudah memberikan edaran kepada semua sekolah, baik itu TK, SD dan SMP untuk sementara waktu sistem pembelajaran itu di rumah. Karena kita melihat dengan kondisi udara kita saat ini. Daripada meliburkan anak-anak sekolah, lebih bijak lagi jika anak-anak didik itu tetap harus belajar walaupun di rumah,” jelasnya, Selasa (10/10).
Karena dikhawatirkan jika anak-anak ini tetap dipaksakan untuk masuk sekolah, di samping juga mengendalikan anak-anak yang bermain, belajar di sekolah akan menjadi kurang efektif dalam melihat kondisi saat ini. Jika di rumah, itu bisa terjaga, tidak ada interaksi antara satu dengan yang lain.
“Saya pikir untuk ini cukup bijak melaksanakan kegiatan seperti itu. Karena kita lihat nanti beberapa hari ke depan. Kalau misalnya ini kan sudah mulai hujan, jika ini sudah mulai hujan dan kabutnya sudah mulai menipis, nanti kita sarankan lagi kepada dinas terkait untuk menyekolahkan kembali seperti biasa,” terangnya.
Sebelumnya, melihat kualitas udara dan kabut asap pekat yang masih menyelimuti Kota Palangka Raya, Pj Wali Kota Palangka Raya Hera Nugrahayu kembali mengeluarkan surat edaran yang ditujukan kepada Satuan Pendidikan di Kota Palangka Raya mengenai mekanisme tentang Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar pada saat Bencana Kabut Asap tahun 2023 yang dihasilkan dalam 5 poin berdasarkan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU). Yang mana pembelajaran jarak jauh (PJJ/belajar dari rumah) untuk jenjang TK/PAUD/RA, SD/MI, SMP/MTs dan Pendidikan Kesetaraan diperpanjang sampai 14 Oktober 2023. rda











