PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Tragedi berdarah yang terjadi di wilayah PT Hamparan Massawit Bangun Persada (HMBP), Desa Bangkal, Kecamatan Seruyan Raya, Kabupaten Seruyan menyita perhatian Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Tengah.
Ketua Forum Damang Kalimantan Tengah Kardinal Tarung pun mengajak pihak-pihak yang terlibat untuk tidak melanjutkan tindakan kekerasan.
“Saya prihatin atas kejadian berdarah di Desa Bangkal, Seruyan hingga menimbulkan korban jiwa,” katanya, Jumat (19/10/).
Kardinal meminta pihak-pihak lain bisa menahan diri dan turut mencegah kemungkinan yang lebih buruk. Tentunya dengan menghormati lembaga adat Dayak, yakni Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), DAD Kalteng, dan Batamad yang masing-masing mempunyai tugas dan fungsi.
Sesuai Peraturan Daerah Provinsi Kalteng Nomor 16 Tahun 2008 tentang Kelembagaan Adat Dayak di Provinsi Kalteng.
“Mari selesaikan permasalahan ini dengan menjunjung tinggi filosofi Huma Betang dan secara adat Dayak,” tegasnya. fwa





