Hukrim

Bayi Dibuang di Depan Rumah

15
×

Bayi Dibuang di Depan Rumah

Sebarkan artikel ini
Bayi Dibuang di Depan Rumah
DIBUANG- Penemuan bayi berjenis kelamin perempuan di depan teras rumah warga Jalan B Koetin, Palangka Raya, Senin (30/10) pagi. TABENGAN/FERRY WAHYUDI

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Bayi berjenis kelamin perempuan ditemukan di depan teras sebuah rumah warga Jalan B Koetin, Palangka Raya, Senin (30/10) pagi.

Saat ditemukan, bayi tersebut masih dalam kondisi ari-ari atau plasenta terpasang di perut dan hanya beralaskan baju berwarna merah muda berukuran XXL.

Sumping, pemilik rumah mengatakan, awalnya ia mendengar ada suara tangisan bayi sekitar pukul 03.00 WIB. Namun karena takut itu adalah modus kejahatan, ia pun mengabaikan suara tangisan tersebut.

Pada pagi harinya saat keluar rumah sudah ditemukan bayi berjenis kelamin perempuan dalam kondisi tertidur. Ia segera menghubungi kepolisian selepas penemuan tersebut.

“Pada subuh itu tidak ada suara motor, takut karena modus kejahatan jadi saya tidak keluar,” ungkapnya.

Usai ditemukan, bayi tersebut kemudian segera dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan perawatan medis.

Karumkit Bhayangkara Kompol Anton melalui Kaur Yandokpol Ipda Rizka menjelaskan, bayi tersebut datang ke rumah sakit sekitar pukul 06.40 WIB dan segera dirawat di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD).

“Hasil pemeriksaan bayi tersebut lahir dalam cukup bulan dengan berat 3 kilogram dan panjang 48 centimeter. Alhamdulillah sehat karena langsung menangis dan bergerak aktif,” tuturnya.

Ia menerangkan, ketika datang kondisi bayi masih tertempel ari-ari sehingga langsung dilakukan tindakan pemotongan dan pembersihan.

Rizka menambahkan, pihaknya turut mengambil sampel darah untuk dilakukan uji medis. Hasilnya bayi tersebut diketahui memiliki infeksi.

“Kini bayi tersebut ditangani oleh dokter spesialis anak dan dilakukan observasi lebih lanjut sehingga belum bisa dikunjungi,” pungkasnya.

Tindakan Dinsos

Kepala Dinas Sosial Kota Palangka Raya Riduan menjelaskan, pihaknya telah mengambil tindakan terkait penemuan bayi perempuan ini. Pertama, melakukan pengecekan kesehatan, merujuk ke RS Bhayangkara untuk dicek kondisinya, diberi perawatan dulu di rumah sakit dengan harapan mudahan-mudahan bayi itu sehat. Kedua, Dinsos melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian.

Riduan menjelaskan, Dinsos Kota telah melakukan pengecekan langsung di RS Bhayangkara. Namun, saat ini, pihaknya masih belum menerima laporan rinci tentang kondisi bayi tersebut. Meskipun laporan awal menyebutkan bahwa bayi ditemukan dalam keadaan baik dan tanpa luka, bayi ini akan tetap dirawat di rumah sakit sembari berkoordinasi dengan pihak kepolisian dalam menunggu hasil penyelidikan.

Dinsos dan kepolisian akan bekerja sama dalam penyelidikan, dengan upaya mencari orang tua si bayi selama 21 hari ke depan. Jika dalam periode tersebut tidak ditemukan keluarganya, tanggung jawab atas bayi ini akan diambil alih oleh negara. Kemudian, jika ada yang ingin mengadopsinya, maka ada proses adopsi yang harus dijalani sebelum dapat mengadopsi bayi tersebut.

“Nantinya selama 21 hari kepolisian akan menyelidiki orang tua dari si bayi. Jika sampai 21 hari tidak ditemukan keluarganya, maka harus diserahkan ke negara. Bila akan ada yang mau mengadopsi maka tentunya ada proses yang harus dilewati. Pertama, mereka harus melakukan permohonan, kemudian proses sidang, agar bayi itu benar-benar mendapatkan orang tua yang baik dan sesuai,” pungkasnya. fwa/rba