KUALA KAPUAS/TABENGAN.CO.ID – Diduga karena depresi, SI (49) warga Desa Mantangai Hilir, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Propinsi Kalimantan Tengah, nekad mengakhiri hidupnya dengan cara menggantung diri. Terdapat dugaan bahwa SI gantung diri akibat depresi setelah menderita penyakit strok, terlebih setelah itu dirinya ditinggal oleh sang istri
Kejadian ini pertama kali diketahui oleh adik korban Yuhandi (48), Selasa (12/13) sekitar pukul 15.09 WIB. Pada saat akan menengok kakaknya, Yuhandi menemukan tubuh korban sudah tergantung dengan seutas tali nylon warna biru pada bagian dapur rumahnya
Melihat kejadian tersebut kemudian saksi berteriak meminta tolong warga untuk berupaya menolong korban yang selanjutnya oleh warga dilaporkan ke aparat Polsek Mantangai. Mendapatkan laporan tersebut petugas Polsek Mantangai langsung mendatangi TKP, sekaligus mengevakuasi korban dengan membawanya ke Puskesmas Mantangai untuk dilakukan visum.
Kasatreskrim Polres Kapuas AKP Iyudi Hartanto melalui Kapolsek Mantangai AKP Untung Basuki membenarkan adanya kejadian gantung diri tersebut. Menurut Kapolsek, hasil visum tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan sehingga jenazah kemudian diserahkan kembali pada pihak keluarga.
“Karena pihak keluarga ikhlas menerima musibah tersebut dan dari hasil visum tidak ada kita temukan adanya bekas tindak kekerasan, kita menyerahkan jenazah kepihak keluarga untuk dimakamkan,” tandasnya. c-yul











