OBITUARI YULIUSTRI BEDRI THEOPILUS-Selamat Jalan Perintis dan Pegiat Hukum Kota Palangka Raya

OBITUARI YULIUSTRI BEDRI THEOPILUS-Selamat Jalan Perintis dan Pegiat Hukum Kota Palangka Raya
OBITUARI YULIUSTRI BEDRI THEOPILUS-Selamat Jalan Perintis dan Pegiat Hukum Kota Palangka Raya
WARGA TERBAIK-Yuliustri Bedri Theopilus saat dimakamkan di TPU Km 12. Tampak foto semasa almarhum hidup. ISTIMEWA

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID-Palangka Raya kembali kehilangan salah satu warga terbaiknya, Yuliustri Bedri Theopilus. Seorang yang selalu berjuang untuk keadilan bagi masyarakat yang memerlukan pertolongan dalam bidang hukum dan keadilan kebijakan pemerintah. Sang perintis tutup usia dalam perjuangannya menghadapi sakit kanker paru-paru yang diderita sejak 2016 di RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya.

Bagi istri dan anak-anak Yuliustri dikenal sebagai seorang yang tekun dan giat bekerja. Dan hal ini dibuktikan dengan rekam jejak riwayat hidup dan pekerjaan beliau.  Memulai karir di BUMD Bank Kalteng Palangka Raya pada Sie Umum Satpam, kemudian melayani pada bagian perencanaan kantor pusat Palangka Raya, selanjutnya  staf bagian hukum biro hukum, Staf pelaksana bidang kredit kantor cabang pembantu Kuala Kurun.

Almarhum pernah juga bertugas di Dana Pensiun, selanjutnya menjadi Pelaksana pada Kantor Cabang Pembantu Kuala Pembuang, Staf pelaksana sub divisi administrasi kredit pada divisi perkreditan Kanto Pusat, Staf direktur kepatuhan (setingkat kepala seksi) di kantor Pusat Bank Kalteng, Yurist kelompok hukum divisi kepatuhan dan manajemen risiko Bank Kalteng, Yurist kredit kelompok pengendalian kredit divisi perkreditan Kantor Pusat.

Karir Almarhum semakin bersinar dengan menjadi Pemimpin seksi penyelamatan kredit cabang utama, Pemimpin bagian penyelamatan kredit divisi perkreditan dan terakhir sebagai Kepala divisi kepatuhan Bank kalteng kantor pusat Palangka Raya.  Almarhum menerima tanda jasa/penghargaan atas pengabdian secara terus menerus selama 25 tahun Bank Kalteng pada tahun 2008.

Hal yang sangat menarik dari Pria kelahiran Tumbang Lahang, 27 Juni 1963 adalah bahwa dalam seluruh aktivitas dan kesibukan pekerjaannya, beliau tetap aktif sebagai pengurus dalam Perkumpulan Pengacara dan Konsultan Hukum Indonesia (PPKHI) Palangka Raya. Selain itu juga almarhum juga turut berperan aktif sebagai ketua di Lembaga Pengawas Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (LPKPK) Kota Palangka Raya. Semangat yang besar dan kepedulian yang besar kepada masyarakat menunjukkan keramahan dan kerendahan hati almarhum. Di kalangan pengurus LPKPK , Almarhum dikenal sebagai figur seorang pemimpin yang tegas, lugas, berdedikasi , cepat mengambil keputusan dan sangat bersemangat untuk berkarya nyata. Ada banyak kegiatan investigasi dan mediasi yang sudah dikerjakan oleh Almarhum bersama dengan organisasi yang diikutinya.

Almarhum membuka diri, dan rumahnya dijadikan untuk menerima keluhan dari warga masyarakat yang membutuhkan pertolongan dan bantuan hukum. Sang istri, Yesniati Esrihem, Amd.Keb., mengungkapkan bahwa sang suami walaupun dalam keadaan sakit tetap selalu memikirkan orang-orang yang membutuhkan pertolongan. Salah satu peran almarhum yang terwujud untuk masyarakat adalah relokasi “bak sampah” yang ada dilingkungan Jalan Antang. Dan masih banyak lagi rekam jejak dan dokumen yang sampai berpulang almarhum yang belum sempat terselesaikan. Bagi putra Almarhum, Yusiady, sang Ayah dikenal sebagi pribadi pekerja keras dan tak kenal lelah.

Majelis Pengurus Harian GKE Talenta juga memberikan keterangan bahwa semangat yang luar biasa dan iman yang teguh kepada Yesus ditunjukkan almarhum sampai akhir hayat Sebagai Penatua Gereja, almarhum tetap memikirkan mendukung pelayanan gereja. Salah satu pelayanan yang dilakukan  sebelum wafat adalah beliau memelopori terlaksananya perjamuan kasih seusai ibadah. Dan almarhum juga berkomitmen untuk menyumbangkan ternak Sapi untuk digunakan bagi pelayanan gereja GKE Talenta. Hal yang dapat dikenang bagi jemaat semasa hidupnya adalah tetap taat beribadah walaupun dalam kondisi fisik yang lemah dan berjalan tertatih dituntun oleh sang istri tercinta. Dan seusai ibadah beliau selalu bersalaman dengan semangat sambil mengucapkan “Tuhan Yesus memberkati. Tuhan Yesus memberkati”.

Almarhum menikah dengan Yesniati pada tanggal 03 April 1985 di Buntok dan dikaruniai dua orang anak, yaitu Carolinaliwati, S.Pd., M.Pd., dan Yusiady, SIK., MH. Dan telah dikaruniai juga empat orang cucu, yaitu Keira Gracella, Keinarra Graceva, Erdogan Ethan Hunt Dartlineson dan Elnara Enfleda Huette Dartlinedaugh.

Figur yang diharapkan, perjuangan tanpa henti sampai akhir.

Selamat jalan Pegiat Hukum dan Sang Perintis. Tuhan Memberkati. fasb.