PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Salah satu Capres mendapat kritik dari Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalimantan Tengah Bayu Herinata, terkait klaim panen di Food Estate Singkong di Kabupaten Gunung Mas.
Saat debat cawapres keempat, Capres tersebut mengklaim bahwa Food Estate Singkong itu berhasil panen. Namun demikian, Bayu menyebut klaim tersebut tak terbukti, dan bahkan Capres tersebut tidak pernah ke lapangan untuk melakukan pengecekan langsung.
” Capres tersebut ngawur, statemennya dia bilang ‘memang ada kegagalan food estate, dan dia minta bisa di cek ke lapangan’, Dia aja gak pernah ke lapangan dan nyuruh ngecek ke lapangan,” kata Bayu saat diwawancarai Tabengan via WhatsApp, Senin (22/1).
Bayu menegaskan, bahwa food estate tersebut adalah gagal total yang dirancang oleh Kementerian Pertahanan, terutama yang mengusung produksi singkong di Gunung Mas.
“Singkong yang ditanam sejak tahun 2021 bahkan belum pernah dipanen, karena tidak ada yang dapat dipanen,” ujar Bayu.
Bayu menjelaskan, justifikasi dilakukan dengan mengganti dengan tanaman jagung yang bisa tumbuh di dalam polibag, sehingga hutan yang ditebang untuk lahan food estate tidak gagal. Meski begitu, Bayu menegaskan bahwa pernyataan Capres tersebut sudah jelas mengakui kegagalan Food Estate Singkong.
“Seharusnya proyek tersebut tidak dilakukan dengan membabat hutan yang akan berdampak pada kerusakan lingkungan dan bencana ekologis seperti banjir,” tegasnya.
Bayu menambahkan, lahan yang gagal ditanami singkong diganti dengan jagung, tetapi bahkan tanaman jagung ini pun belum tumbuh secara maksimal dan hingga saat ini belum ada panen yang terjadi. jef





