Spirit Kalteng

Vaksin DBD Berbayar

13
×

Vaksin DBD Berbayar

Sebarkan artikel ini
Vaksin DBD Berbayar
Andjar Hari Purnomo Kepala Dinkes Palangka Raya

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID–Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mengakui adanya vaksin pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD). Namun, untuk saat ini vaksin tersebut tidak ditanggung pemerintah alias masih berbayar.

Kepala Dinkes Kota Palangka Raya Andjar Hari Purnomo menjelaskan, walaupun tersedia, vaksin DBD belum dapat diakses secara gratis karena belum ada dukungan resmi dari pemerintah, melainkan ditangani sektor swasta. Vaksin tersebut belum termasuk dalam kebijakan resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

“Benar vaksin DBD sudah ada, tapi saat ini berbayar, tidak ditanggung pemerintah, dan saat ini bukan kebijakan dari Kemenkes,” kata Andjar saat dibincangi Tabengan, Senin (5/2).

Ia menjelaskan, pemberian vaksin DBD dapat diterapkan pada berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, dan telah tersedia di kota-kota besar di Indonesia.

Lebih lanjut dikatakan, saat ini Pemko Palangka Raya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk aktif dalam kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara teratur dan efektif guna mencegah penyebaran DBD.

“Saat ini vaksin yang tersedia untuk umur 6-45 tahun, dan sudah tersedia di beberapa kota besar di Indonesia. Sementara untuk Palangka Raya belum ada,” jelasnya.

Andjar juga menginformasikan, beberapa rumah sakit swasta di Kota Palangka Raya telah memulai dalam pengadaan vaksin DBD ini. Seperti di Rumah Sakit Betang Pambelum, telah menyediakan adanya vaksin DBD, sementara Rumah Sakit Siloam sedang dalam proses pengadaan vaksin. Harga vaksin DBD berkisar Rp1-2 juta rupiah.

Pemko Palangka Raya juga terus berupaya untuk mengurangi angka kasus DBD, dan sekaligus menyediakan Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyakes) guna memberikan pelayanan berkualitas kepada masyarakat.

“Semua strategi guna menekan peningkatan kasus DBD terus dilakukan  dengan maksimal,” pungkasnya. rba