Spirit Kalteng

DRAINASE BURUK-Hujan 8 Jam, Palangka Raya Banjir

41
×

DRAINASE BURUK-Hujan 8 Jam, Palangka Raya Banjir

Sebarkan artikel ini
TABENGAN/YULIANUS BANJIR–Hujan deras mengakibatkan rumah warga di Jalan Kecipir dan beberapa titik jalan Kota Palangka Raya terendam banjir, Rabu (21/2).

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya harus memikirkan bagaimana membenahi dan membangun drainase yang layak di kawasan kota ini. Pasalnya, terendamnya sejumlah jalan maupun permukiman warga di saat musim penghujan disinyalir karena buruknya pembangunan drainase dan penataan kawasan permukiman di wilayah itu.

Hujan intensitas tinggi sekitar 8 jam yang terjadi di Kota Palangka Raya, Rabu (21/2) subuh hingga siang hari, menyebabkan ratusan rumah warga dan jalan di sejumlah titik di kota ini terendam banjir.

Buruknya drainase di sejumlah permukiman penduduk diduga menjadi penyebab terjadinya genangan air yang meluber dari parit. Seperti yang terjadi di Jalan Pangeran Samudera dan sekitarnya, Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya.

Debit air yang tinggi menyebabkan drainase tak mampu menampung air hingga meluber ke permukiman.

Irwan, warga setempat menerangkan, genangan air yang terjadi saat hujan intensitas tinggi berdampak pada 5 RT di kawasan tersebut. Diperkirakan ada 350 rumah yang halamannya terendam.

“Memang sudah waktunya revitalisasi drainase, karena sudah tidak mampu lagi menahan air jika hujan lebat berlangsung lama,” katanya.

Hal yang sama juga terjadi di Jalan Belibis dan Jalan Beliang. Sejumlah ruas jalan harus tergenang karena air dari drainase meluap. Penanganan pertama terhadap genangan air dilakukan Dinas Kehutanan Kalteng dan Emergency Response Palangka Raya (ERP).

Ketua ERP Jean Steve mengatakan, pihaknya menerima laporan dari masyarakat Jalan Belibis terkait jalan yang terdampak banjir.

“Kita mendatangi lokasi dan melakukan penanganan pertama terkait banjir tersebut setelah menerima laporan,” terangnya.

Jean mengatakan, terdapat sejumlah rumah yang terdampak banjir akibat luapan pangaringan yang berada di kawasan tersebut.

“Sedikitnya terdapat 8 rumah yang terdampak banjir hingga masuk ke rumah dengan ketinggian sekira 50 cm,” jelasnya.

Ia mengatakan, ketinggian air akibat hujan dengan intensitas lebat tersebut mencapai lutut orang dewasa. Namun, air yang masuk ke rumah warga hanya setinggi mata kaki, karena rata-rata warga menggunakan rumah panggung yang cukup tinggi.

Selain rumah terdampak banjir, Tim ERP dan Dishut Kalteng pun membantu mengatur arus lalu lintas pada Jalan Belibis-Jalan Beliang.

“Kita harus melakukan pengaturan arus lalu lintas dan membantu masyarakat yang mogok motornya akibat melintasi banjir,” tuturnya.

Usai hujan kini genangan air yang ada di permukiman warga berangsur surut. Arus lalu lintas yang sempat tersendat kemudian kembali berjalan normal.

Terpisah, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Palangka Raya Heri Fauzi mengungkapkan, pihaknya bekerja sama dengan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Palangka Raya, yang terdiri dari 20 orang dan tersebar di beberapa titik ruas jalan yang biasanya tergenangi air di Kota Palangka Raya.

“Seperti di Jalan Seth Adji, Jalan Jati, Jalan Temanggung Tilung dan sekarang posisi kita di Jalan Lawu,” sebut Heri saat dikonfirmasi, Rabu (21/2) pagi.

Dari pantauan di lapangan, kata dia, kondisi tergenangnya ruas jalan disebabkan kapasitas drainase yang tidak mampu menampung luapan air, sehingga solusi dan upaya cepat yang pihaknya segera lakukan adalah dengan membersihkan drainase yang tersumbat.

Selain itu, Kepala Sub Bidang Kesiapsiagaan Balap Sipet juga melaporkan, tinggi debit air yang menggenangi beberapa ruas jalan, seperti di Jalan Seth Adji, Jalan Karet, Jalan Temanggung Tilung, Jalan Lawu, Jalan Belibis, Jalan Antang Kalang, Jalan Pangrango dan Jalan KS mencapai 30-40 cm.

Penyebab tingginya debit air di beberapa ruas jalan adalah karena banyaknya saluran drainase yang tersumbat baik itu oleh lumpur, rumput, bahkan tumpukan sampah. Akibatnya, drainase tidak mampu menampung air dengan baik saat hujan deras.

“Oleh sebab itu, kami segera melakukan pembersihan pada sejumlah saluran drainase yang tersumbat dengan harapan debit air yang menggenangi ini cepat kembali normal,” tambah Balap.

Ia juga mengingatkan serta mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan kooperatif dalam menghadapi situasi ini, sementara pihaknya akan terus berupaya melakukan pemantauan dan memberikan bantuan kepada warga.

Dia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati saat melintas di ruas jalan yang tergenang air serta untuk tidak membuang sampah sembarangan yang dapat menyumbat saluran air serta memperparah genangan.

Sementara itu, Plt Kepala BPBD Kota Palangka Raya Hendrikus Satria Budi juga turut menyampaikan, pihaknya telah melaksanakan pemetaan titik-titik rawan akan genangan air dampak dari luapan drainase, dan saat ini tengah berkoordinasi bersama BPBPK Kalimantan Tengah (Kalteng).

“Iya betul, saat ini kami sedang berkoordinasi dengan Provinsi melalui BPBPK terkait normalisasi saluran primer,” tulisnya, Rabu (21/2).

Satria Budi menginformasikan, untuk data pemetaan rawan banjir telah tersedia dan perlu juga dipetakan data genangan (kategori banjir di bawah 3 jam). Yang saat ini sedang berproses adalah satu genangan tinggi kurang lebih setengah meter ada di area Jalan Lawu, Jalan Pemuda di depan Rumah Sakit Doris Sylvanus, daerah Jl Tilung, Asrama Polda Jalan Kelud, dan MTs Muslimat NU Jalan Jati (masuk ke dalam kelas). fwa/rba

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *