SAMPIT/TABENGAN.CO.ID – Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Tengah (Kalteng) Brigjen Pol Joko Setiono menyebut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menjadi tempat favorit bagi pengedar dan pengguna narkoba.
Hal itu dikarenakan, Kotim memiliki sarana transportasi yang cukup banyak. Sehingga akses masuk untuk mengedarkan obat-obatan terlarang tersebut sangat mudah dilakukan.
“Kotim ini memiliki sarana transportasi yang cukup lengkap seperti pelabuhan, bandara dan jalur darat juga. Kotim berbatasan dengan provinsi lain, sehingga bukan tidak mungkin ini menjadi wilayah yang favorit bagi para penyalahgunaan narkotika baik untuk pengedar, pengguna dan penerima,” ujarnya saat menyampaikan sambutan pada acara rapat pembentukan intervensi berbasis masyarakat di aula Kantor Kelurahan Baamang Barat, Kecamatan Baamang, Kamis (29/2).
Dikatakan, apalagi untuk kasus narkotika di wilayah Kotim pun terjadi peningkatan. Berdasarkan data untuk tahun 2022 kasus narkotika ditemukan ada sebanyak 148 kasus dan untuk tahun 2023 sebanyak 188 kasus.
Menurut dia, hal tersebut harus ditindaklanjuti dengan penanganan yang khusus. Serta juga adanya sosialisasi yang lebih mengedukasi terkait bahaya buruk narkoba. Sebab diakuinya masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan edukasi yang baik terkait hal tersebut.
“Saya contohkan seminggu yang lalu kami melaksanakan tes urine di perkebunan sawit dan hasilnya banyak yang positif. Disitu karyawan mengaku tidak diberi edukasi terkait masalah narkoba karena tidak ada aturan tertulis dari perusahaan menurut mereka,” terangnya.
Dia juga menegaskan, jika edukasi terkait bahaya narkoba sangat penting dilaksanakan di semua lini. Karena hal-hal yang melibatkan narkoba, ujarnya mau tertulis ataupun tidak tertulis merupakan suatu yang dilarang dan masuk dalam ranah pidana.
Di samping itu, pihaknya juga mengembangkan program intervensi berbasis masyarakat sebagai bagian dari upaya rehabilitasi narkoba yang dilaksanakan pemerintah dan masyarakat.
Dengan tujuan di antaranya mengidentifikasi pengguna narkoba, memberikan informasi tentang bagaimana mengatasi masalah penggunaan narkoba hingga mendampingi dan memberikan dukungan kepada pengguna narkoba denhantingkat resiko rendah melalui intervensi awal.
Sementara itu, Wakil Bupati Kotim yang juga Ketua BNK Kotim Irawati menambahkan, pengedaran narkotika di Kotim cukup tinggi.
Salah satunya di wilayah Kelurahan Baamang Barat, dimana di lokasi tersebut ditemui banyak kompleks perumahan yang dihuni bukan pemilik asli.
“Perumahan-perumahan ini dimanfaatkan oknum sebagai tempat transaksi narkoba. Beberapa kasus narkoba yang tertangkap baru-baru ini di antaranya terjadi di Kecamatan Baamang. Kotim seringkali menjadi lokasi transit untuk para pengedar narkoba di luar maupun dalam daerah,” tuturnya. c-may











