Spirit Kalteng

6 Kabupaten/Kota di Kalteng Banjir

16
×

6 Kabupaten/Kota di Kalteng Banjir

Sebarkan artikel ini
6 Kabupaten/Kota di Kalteng Banjir
Ahmad Toyib Kepala BPBPK Kalteng

+5.302 KK/16.823 Jiwa, Fasum 76 Unit, Rumah 1.993 Unit

+3.789 KK/10.319 Jiwa, 1.558 Rumah di Palangka Raya

+4 Tenggelam dan 2 Masih Pencarian

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.IDPemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BP-BPK) Kalteng mencatat 6 kabupaten/kota di Kalteng terdampak banjir.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBPK Kalteng Ahmad Toyib mengatakan, berdasarkan laporan 11 Maret 2024, kejadian banjir di Kabupaten Barito Selatan (Barsel) lokasi Kecamatan Dusun Hilir, dengan tinggi air  345 cm, yang terdampak 5.302 KK, 16.823 jiwa, fasilitas umum terdampak 76 unit, bangunan rumah terdampak 1.993 unit.

“Kejadian banjir di Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis), lokasi Kecamatan Sebangau Kuala, Kecamatan Banama Tingang, tinggi air 101 cm, yang terdampak  666 KK, 1.937 jiwa, pengungsi 19 KK, 73 jiwa, fasilitas umum 47 unit dan  99 unit bangunan rumah terdampak,” sebutnya, kepada Tabengan, Selasa (12/3).

Kemudian, kejadian banjir di Kota Palangka Raya, lokasi Kecamatan Jekan Raya, Kecamatan Pahandut, Kecamatan Sabangau, Kecamatan Bukit Batu tinggi Air 80 cm, yang terdampak  2.470 KK, 5.773 jiwa dan fasilitas umum 6 unit dan 1.181 unit bangunan rumah terdampak.

“Kejadian Banjir di Kabupaten Gunung Mas (Gumas), lokasi  Kecamatan Kurun, Kecamatan Tewah tinggi air 100 cm yang terdampak  639 KK, 2.599 jiwa,” katanya.

Ia mengungkapkan kejadian Banjir di Kabupaten Katingan, lokasi  Banut Kanalaman, Kecamatan Katingan Hilir, dengan tinggi air  20 cm, yang terdampak 0 KK, dan 237 unit bangunan rumah terdampak.

“Kejadian Banjir di Kabupaten Murung Raya (Mura), lokasi di Kecamatan Laung Tuhup, dengan tinggi air 0 cm, yang terdampak  180 KK, dan 159 unit bangunan rumah terdampak,” pungkasnya.

 

3.789 Keluarga Terdampak

Puncak musim hujan Maret-April 2024, terdapat 14 kelurahan di wilayah Kota Palangka Raya mulai alami kenaikan debit air. Terbanyak terjadi di daerah Kecamatan Jekan Raya. Hal tersebut diungkapkan Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya Hendrikus Satria Budi melalui Manajer Pusdalops PB BPBD Kota Palangka Raya Balap Sipet.

Balap menyebutkan, dari warga yang terdampak banjir, ada ratusan orang yang memilih mengungsi di posko yang sudah disediakan oleh pihaknya. “Di Posko Kelampangan yang mengungsi ada 2 orang, kemudian Posko Langkai 92 orang dan Posko Mendawai ada 64 orang,” kata Balap saat dihubungi Tabengan, Selasa (12/3).

Sementara itu, lanjut Balap, akibat banjir yang melanda Kota Palangka Raya ribuan keluarga terdampak akibat banjir.

“Setidaknya yang terdampak ada 3.789 Kepala Keluarga (KK), 10.319 jiwa, lalu untuk rumah ada 1.558 rumah se-Kota Palangka Raya yang terdampak akibat banjir,” bebernya.

Sementara itu, untuk dapur umum sendiri pihaknya sudah menyiapkan yang berlokasi di Jalan Darmo Sugondo depan Puskesmas.

“Kemudian ada juga di SDN Negeri 1 Langkai, di Mendawai (Komplek Pasar Kahayan), Danau Rangas, di Katimpun dan ada juga di Marang,” jelasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, akibat banjir tersebut juga ada puluhan warga yang mengeluh dan mengalami sakit.

“Warga yang berobat di Posko Langkai sebanyak 29 orang, dengan keluhan gatal-gatal, kemudian ada juga keluhan flu, demam, batuk, dan penyakita lainnya. Bagi warga yang sakit juga kami sudah menyiapkan pasukan dan relawan kesehatan untuk membantu warga yang mengalami sakit,” tandasnya.

Pemko Tetapkan Tanggap Darurat banjir

Palangka Raya yang kini dikepung genangan air akibat meluapnya debit Sungai Kahayan mendapat perhatian serius Pemerintah Kota Palangka Raya. Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Palangka Raya Hendrikus Satriya Budi secara resmi mengumumkan peningkatan status kebencanaan dari siaga darurat menjadi tanggap darurat bencana banjir.

Penetapan diambil setelah rapat yang dilakukan Asisten 1, Sahdin Hasan, dan dihadiri oleh perwakilan TNI, Polri, BPBD Provinsi Kalimantan Tengah, serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di Posko SDN 1 Langkai, Senin(11/3) kemarin.

Status tanggap darurat banjir berlaku selama tujuh hari ke depan dan dievaluasi setiap hari untuk memastikan respons yang cepat dan efektif terhadap situasi banjir yang terjadi.

Ini adalah respons kita melihat kondisi banjir yang ada di Palangka Raya. Kita akan terus memberikan penanganan yang terbaik untuk masyarakat,” katanya.

Budi pun mengimbau kepada masyarakat agar terus waspada akan potensi kenaikan debit air. Terutama terhadap kawasan yang kerap terdampak kenaikan debit air.

Bagi masyarakat yang tempat tinggalnya rawan banjir bisa mengungsi di posko yang sudah disiapkan,” pungkasnya.

4 Tenggelam, 2 Masih Pencarian

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui BP-BPK Kalteng mencatat 4 orang tenggelam di 4 kabupaten. Kalaksa BP-BPK Provinsi Kalteng Ahmad Toyib menyebutkan, 4 orang alami tenggelam di 4 kabupaten.

“Berdasarkan update 11 Maret 2024, kejadian orang tenggelam di Kabupaten Gunung Mas di Desa Sepang Kota, Kecamatan Sepang, Kabupaten Gunung Mas Provinsi Kalteng, dengan waktu kejadian pada pukul 02.00 (WIB) subuh (9 Maret 2024). Korban bernama Joko Prasetyo (27). Adapun status korban telah ditemukan dan meninggal dunia,” ujarnya, Selasa (12/3).

Kemudian kejadian orang tenggelam di Kabupaten Kotawaringin Timur, di Sungai Cempaga Desa Luwuk Bunter Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur, korban bernama Mr X, saat ini status korban telah ditemukan dan meninggal dunia.

“Kejadian orang tenggelam Palangka Raya, di Flamboyant Bawah, Jalan Ahmad Yani Kelurahan Langkai Kota Palangka Raya. Adapun waktu 16.55 WIB (10 Maret), korban Muhammad Arvan. Status masih dalam pencarian,” katanya.

Kemudian kejadian orang tenggelam di Kabupaten Murung Raya, di Desa Muara Tupuh, Kecamatan Laung Tuhup, Kabupaten Murung Raya, waktu kejadian 06.00 WIB (11 Maret). Korban bernama H Jamrin, dan status dalam pencarian. ldw/rmp/fwa