Spirit Kalteng

50.919 Penumpang Mudik dari Pelabuhan Kumai 

18
×

50.919 Penumpang Mudik dari Pelabuhan Kumai 

Sebarkan artikel ini
50.919 Penumpang Mudik dari Pelabuhan Kumai 
PENJELASAN-Kepala KSOP Pelabuhan Panglima Utar Kumai Hary Suryanto saat diwawancara wartawan. TABENGAN/YULIANTINI

*Kotim Aktifkan 10 Posko Kesehatan Jalur Mudik

PANGKALAN BUN/TABENGAN.CO.ID – Sebanyak 50.919 penumpang bakal melakukan perjalanan mudik dari Pelabuhan Panglima Utar Kumai. Jumlah penumpang yang akan mudik Lebaran tahun ini mengalami kenaikan sebesar 20 persen dari tahun sebelumnya.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Pelabuhan Panglima Utar Kumai Hary Suryanto kepada wartawan di Pangkalan Bun, Kamis (21/3).

Menurut Hary, pada tanggal 25 Maret 2024, akan digelar rapat koordinasi mengenai Posko Musik Lebaran. Posko tersebut akan dimulai tanggal 26 Maret sampai dengan 25 April 2024.

“Jadi angka pemudik yang akan melakukan perjalanan baik ke Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya sebanyak 50.919 penumpang. Kegiatan arus mudik terhitung mulai tanggal 26 Maret sampai dengan tanggal 25 April 2024,” ujar Hary.

Menurutnya, untuk armada mudik Lebaran tahun ini operator kapal dari PT Pelni dan Dharma Lautan Utama (DLU) telah mempersiapkan armadanya yang akan digunakan untuk kegiatan mudik Lebaran.

“Untuk PT Pelni sendiri ada 6 armada dan Dharma Lautan Utama ada 4 kapal, dengan jumlah kunjungan (call) sebanyak 52 call. Sementara untuk armada milik PT Pelni telah mendapatkan dispensasi jumlah penumpang sebanyak 50 persen dari kapasitas yang ada, untuk armada Dharma Lautan Utama kami masih menunggu dari operator yang saat ini masih mengurus untuk mendapatkan dispensasi,” jelas Hary.

Dalam kesempatan itu, Kepala KSOP kelas IV Pelabuhan Panglima Utar Kumai mengingatkan juga kepada calon penumpang yang akan melakukan perjalanan mudik Lebaran, agar membeli tiket di agen-agen resmi ataupun melalui online ke masing-masing operator kapal.

“Pembelian tiket melalui online ini cara ampuh untuk memutus mata rantai para calo. Untuk itu diharapkan para calon penumpang agar lebih berhati- hati mendapatkan tiket kapal, dan kami bisa pastikan dengan jumlah armada yang ada semua pemudik akan terangkut,” ujar Hary.

Posko Layanan Kesehatan

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) mengaktifkan posko kesehatan di 10 titik yang akan memberikan pelayanan kesehatan tersebar di sepanjang jalan lintas provinsi.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Kotim Sidiq Nurrahman mengatakan, Dinkes Kotim memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan saat libur Lebaran Idul Fitri 1445 Hijriah. Puskesmas dan IGD RSUD dr Murjani Sampit tetap buka untuk melayani pasien selama libur Lebaran.

“Pelayanan dibuka 24 jam baik saat arus mudik maupun arus balik Lebaran Idul Fitri dan kita juga menyiapkan 10 titik lokasi jalur mudik ,” katanya, Kamis (21/3).

Sidiq menjelaskan, Dinas Kesehatan segera menggelar rapat dengan instansi terkait untuk membahas teknis pelayanan kesehatan selama libur Lebaran. Persiapan ini perlu dilakukan agar pelayanan tetap optimal meski saat itu merupakan hari libur.

Dinas Kesehatan juga akan mengadakan rapat dengan pihak RSUD dr Murjani Sampit dalam hal pembentukan tim teknis. Ini nantinya diperlukan terkait dengan pelayanan administrasi di hari libur Lebaran.

“Masyarakat akan dilayani. Setiap masyarakat Kabupaten Kotim yang membutuhkan layanan kesehatan maka akan dilayani untuk masalah administrasi nanti menyusul di hari kerja,” kata Sidiq.

Ditambahkannya, seperti pengalaman di tahun-tahun sebelumnya, apabila ada warga Kotim yang membutuhkan layanan kesehatan tetapi tidak memiliki jaminan kesehatan maka tetap harus dilayani dengan baik.

Seperti diketahui, Kotawaringin Timur meraih penghargaan karena telah mencapai Universal Health Coverage (UHC) dalam kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di Kotim sejak beberapa tahun lalu.

UHC merupakan cakupan kesehatan semesta yang menjamin seluruh masyarakat mempunyai akses untuk kebutuhan pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif yang berkualitas dan efektif.

“Kita di Kabupaten Kotim karena sudah UHC, jadi sudah 100 persen bahwa warga atau penduduk Kabupaten Kotim sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan,” jelasnya.

Untuk itu, jika ada penduduk yang memerlukan pelayanan kesehatan, asalkan penduduk Kabupaten Kotim maka tetap dilayani. Nanti tim teknisnya yang akan mengomunikasikan dengan pihak rumah sakit dan BPJS Kesehatan. c-uli/c-may