Hukrim  

Marcos Tuwan Apresiasi Polisi Tetapkan Tersangka Dugaan Penggelapan di Tubuh Dad Kalteng

Marcos Tuwan/foto ilustrasi Betang

Marcos: Polisi Bisa Mengembangkannya untuk Menjerat Tersangka Lainnya

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID-Mantan Ketua Forum Koordinasi Damang Kepala Adat Dayak Kalimantan Tengah, Marcos Sebastian Tuwan, sangat mengapresiasi langkah Penyidik pada Subdit Kamneg, Ditreskrimum Polda Kalteng, yang sudah menetapkan LT, seorang pengurus Dewan Adat Dayak ( DAD ) Kalteng, sebagai tersangka dugaan penggelapan di tubuh DAD yang menimbulkan kerugian mencapai 2,6 miliar rupiah.

Melalui rilis yang disampaikan Kepada Wartawan, Minggu Sore ( tgl 7 April 2024 ) Marcos, tokoh Dayak yang selalu bersuara nyaring untuk kebenaran, menegaskan, karena ia memiliki data, atau barang bukti surat yang lengkap terkait dugaan tindak pidana penggelapan tersebut, maka mendorong Polisi untuk terus mengembangkan kasusnya, dengan menyasar pengurus lain yang harus bertanggung jawab atas dugaan tindak pidana yang dilakukannya.

“Kasus dugaan tindak pidana penggelapan di tubuh DAD Kalteng ini sangat terang benderang, dengan berhambur barang bukti, sehingga tidak sulit bagi Polisi untuk mengembangkannya dengan menjerat tersangka lainnya,“ tegas Marcos

Menutup pernyataannya, Marcos menegaskan, Karena Organisasi DAD Kalteng bukan milik Oknum tertentu, namun milik masyarakat Dayak, maka saya mendorong Polisi secepatnya menyelesaikan kasusnya, sehingga berkasnya bisa diterima dengan baik dan dinyatakan P21 oleh Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Tinggi Kalteng untuk disidangkan. Dan untuk menjerat terduga pelaku lainnya, Marcos meyakini, Polisi pasti mengarah kesana, karena berdasarkan data, atau barang bukti surat yang ada, LT, pengurus DAD yang dijadikan tersangka hanya orang yang menerima uang, dan masih ada terduga aktor intelektualnya, yakni orang yang menanda tangani perjanjian kerja sama , dan yang meminta, atau memerintahkan  dana 50 juta rupiah per bulan masuk rekening LT.

“Saya meyakini, Polisi pasti mengembangkan kasus dugaan penggelapan ini, karena berdasarkan data, atau barang bukti surat, masih ada seorang terduga yang sangat berperan dan diduga dialah aktor intelektualnya,“ imbuh Marcos.

Diberitakan sebelumnya, berdasarkan informasi dari Sabam Sitanggang,SH, selaku kuasa hukum pelapor. Pada tanggal 4 April 2024, pihaknya sudah menerima surat pemberitahuan penetapan tersangka , yang ditandatangani Wadirreskrimum Polda Kalteng, AKBP Devy Firmansyah, yang telah menetapkan Letambunan, sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana penggelapan, sebagaimana dimaksud pasal 372 KUHPidana, Jo Pasal 64, ayat (1)  KUHPidana.

Sementara itu, dugaan penggelapan di tubuh DAD Kalteng, berawal kerja sama antara PT BMB dengan DAD Kalteng, dalam perjanjian tersebut PT BMB bersedia membantu Operasional DAD Kalteng, dengan nilai Rp50 juta/bulan, namun ternyata dana bantuan tersebut tidak masuk rekening DAD Kalteng, sebagaimana bunyi perjanjian, tetapi masuk ke rekening pribadi oknum pengurus DAD Kalteng, dengan jumlah keseluruhan mencapai Rp2,6 miliar.ist