-
Hukrim

Konsultan Asal Kalbar Diperas Gunakan Video Mesum

30
×

Konsultan Asal Kalbar Diperas Gunakan Video Mesum

Sebarkan artikel ini
TABENGAN/IST TAKUT - Kumbang (25) warga Kalbar yang nyaris diperas akibat melakukan video call sex dengan pelaku yang ternyata sesama laki-laki.
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Imbauan Bidhumas Polda Kalteng agar tidak melakukan Video Call Sex (VCS) dengan siapapun, apalagi dengan orang yang baru dikenal di media sosial, rupanya tidak selaku diindahkan. Salah satunya oleh inisial Kumbang (25) warga Pontianak, Kalbar yang sudah hampir dua tahun berada di Palangka Raya yang kemudian mengaku hendak diperas menggunakan video mesum.

“Selamat malam pak. Mohon maaf mengganggu waktu istirahatnya. Saya mau minta tlong pak. Vidio sya lgi vcs mau d sebar sama seseorang pak, dia meminta uang privasi sebesar 2 jt pak. Kalau ga dkirim dia bakal sebar vidio sya pak. Mohon bantu sya pak,” kata Kumbang saat curhat ke Cak Sam selaku Ketua Tim Virtual Police Bidhumas Polda Kalteng melalui whatsapp, Kamis (16/5).

Kumbang yang berprofesi sebagai konsultan tersebut mengaku mengenal pelaku melalui aplikasi dewasa atau biasa dikenal dengan aplikasi hijau. Kumbang menjelaskan, awalnya dia membuka aplikasi dewasa mencari gadis yang bisa diajak VCS. Kemudian disepakati harga Rp 50 ribu. Setelah VCS pelaku mengirimkan video rekamannya dan meminta uang Rp 2 juta, kalau tidak videonya akan disebarkan di media sosial.

Sontak saja hal itu membuat Kumbang takut videonya tersebar dan segera menghubungi Cak Sam. Setelah diprofilling ternyata pelaku adalah seorang laki-laki dan berada di Pulau Sumatera. Cak Sam kemudian memberikan peringatan keras kepada pelaku agar tidak menyebarkan video yang mengandung unsur pornografi karena itu melanggar hukum dan bisa dipidana.

Setelah mendapat teguran, pelaku akhirnya mengurungkan niatnya untuk menyebarkan video tersebut dan meminta maaf serta berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya.

“Pelaku pada waktu VCS menggunakan dua handphone. Handphone yang pertama digunakan memutar video perempuan sedang masturbasi dan handphone satunya digunakan untuk video call dengan kamera diarahkan ke handphone satunya. Pelaku tidak bersuara karena pelaku sesungguhnya adalah laki-laki,” terang Cak Sam. ist

-
-
-