Hukrim

Dikira Masih Sakit, Wanita 40 Tahun Tewas di Kos

54
×

Dikira Masih Sakit, Wanita 40 Tahun Tewas di Kos

Sebarkan artikel ini
EVAKUASI-Tim relawan ketika mengevakuasi jenazah Sinartie usai ditemukan tak bernyawa di kamar kos. FOTO ISTIMEWA

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Warga Jalan Yos Sudarso XIV, Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya, digegerkan oleh penemuan sesosok mayat perempuan paruh baya yang tergeletak di atas kasur di dalam kamar kosnya, Minggu (14/7).

Korban diketahui bernama Sinartie (40), warga Jalan Damang Eithel Rabu, Kelurahan Pujon, Kecamatan Kapuas Tengah, Kapuas. Ia diketahui berprofesi sebagai wiraswasta dan tinggal di kos bersama anaknya yang masih berusia 7 tahun.

Penemuan jasad korban bermula saat pasangan suami istri, Diantara dan Tety Mariam, yang merupakan tetangga kos, pulang dari tempat saudara mereka dan melihat anak korban sedang duduk sendiri di depan kamar kos.

“Saya lihat anaknya sendirian di luar, lalu saya ajak masuk. Saat di dalam, anak korban bilang kalau mamahnya masih sakit,” ujar Diantara.

Mendengar hal itu, Diantara langsung memanggil istrinya, Tety Mariam, untuk mengecek kondisi korban. Saat dipanggil, korban tidak memberikan respons dan terlihat tertutup selimut di atas kasur. Merasa curiga, Tety kembali memanggil suaminya untuk memastikan keadaan korban.

“Saya pegang bagian kaki korban, masih terasa hangat, tapi tidak ada respons. Kami lalu memanggil tetangga lain dan menghubungi tenaga medis untuk memeriksa,” ungkapnya.

Tak lama berselang, seorang perawat datang ke lokasi dan menyatakan bahwa korban telah meninggal dunia.

Tim Inafis Polresta Palangka Raya yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan identifikasi jenazah. Dari dalam kamar kos, polisi menemukan sejumlah barang bukti seperti obat-obatan, satu unit ponsel, dan sebuah tas hitam berisi identitas korban.

Jenazah kemudian dibawa ke RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya untuk dilakukan visum. Menurut keterangan dokter forensik Ricka Brillianty, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Ia memastikan bahwa korban meninggal akibat penyakit yang dideritanya.

“Hasil visum menunjukkan korban meninggal dunia karena sakit bawaan, dan diperkirakan sudah meninggal sekitar 2 hingga 3 jam sebelum diperiksa,” jelasnya. mak

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *