Spirit Kalteng

Gubernur Agustiar Buka Konferwil XIII PWNU Kalteng, Wahyudie F Dirun Kembali Pimpin PWNU Kalteng

195
×

Gubernur Agustiar Buka Konferwil XIII PWNU Kalteng, Wahyudie F Dirun Kembali Pimpin PWNU Kalteng

Sebarkan artikel ini
Gubernur Agustiar Buka Konferwil XIII PWNU Kalteng, Wahyudie F Dirun Kembali Pimpin PWNU Kalteng
PBNU – Gubernur Kalteng Agustiar Sabran bersama Ketua Umum PBNU Gus Yahya membuka secara resmi Konferwil PBNU Kalteng di Aula Jayang Tingang, Palangka Raya, Sabtu (15/2) FOTO TABENGAN/YULIANUS

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Dr HM Wahyudie F Dirun kembali dipercaya memimpin Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Tengah (Kalteng) untuk periode selanjutnya. Ia ditetapkan sebagai Ketua Tanfidziah secara aklamasi dalam Sidang Pleno Konferensi Wilayah (Konferwil) XIII PWNU Kalteng yang digelar di Aula Jayang Tingang, Lantai I Kantor Gubernur Kalteng, Sabtu (14/2/2026).

Keputusan tersebut dibacakan pimpinan sidang, KH Miftah Faqih, didampingi Sekretaris H Suhardi dan anggota sidang Faturahman, setelah forum memastikan tidak ada calon lain yang mendaftarkan diri.

“Menetapkan dan memutuskan HM Wahyudie F Dirun sebagai Ketua Tanfidziah PWNU Kalimantan Tengah pada Sidang Pleno Konferwil XIII PWNU Kalteng,” ujar KH Miftah Faqih saat membacakan hasil keputusan sidang.

Penetapan berlangsung bulat tanpa pemungutan suara karena hanya satu nama yang diusulkan. Forum pun secara aklamasi mengesahkan Wahyudie untuk kembali menakhodai organisasi.

Konferwil XIII PWNU Kalteng secara resmi dibuka oleh Gubernur Kalteng H Agustiar Sabran. Turut hadir Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf.

Dalam sambutannya, Agustiar menegaskan komitmen NU sebagai organisasi yang konsisten menjaga akidah Ahlussunnah wal Jamaah dan merawat tradisi Islam yang ramah serta moderat.

“Sejak lahirnya, NU telah menentukan diri sebagai penjaga akidah Ahlussunnah wal Jamaah dan mengawal tradisi keislaman yang ramah, serta menjadi mitra strategis dalam menjaga keutuhan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.

Ia menambahkan, di tengah dinamika perubahan zaman, NU harus tetap berpegang teguh pada prinsip dasar, namun adaptif dalam menjawab kebutuhan umat.

“Melalui Konferwil ke-13 ini, mari kita berhimpun dengan amanah, menyusun program kerja profesional serta keputusan-keputusan strategis yang mampu memperkuat peran NU di Kalimantan Tengah sebagai pengayom umat dan pilar peradaban,” tegasnya.

Sementara itu, Yahya Cholil Staquf menekankan pentingnya transformasi organisasi agar mampu menjawab tantangan global. Menurutnya, pembenahan tata kelola organisasi menjadi agenda mendesak.

“Kita mencanangkan agenda transformasi supaya mampu menghadapi dunia yang berubah. Kita jabarkan aturan organisasi secara lebih rinci, termasuk administrasi, pendidikan, dan layanan kesehatan,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan pengembangan platform digital pengelolaan organisasi bernama Digdaya yang telah diterapkan di berbagai wilayah, termasuk Kalteng.

“Sebentar lagi Digdaya akan dilengkapi mesin artificial intelligence. Dengan itu, pengelolaan organisasi akan lebih cepat, efisien, dan efektif,” ungkapnya.

Yahya menambahkan, dengan jaringan 38 PWNU, 548 PCNU, ribuan MWCNU serta puluhan ribu ranting di seluruh Indonesia, digitalisasi merupakan keniscayaan agar organisasi tetap relevan.

“Dalam dunia yang berubah, kita tidak punya pilihan selain beradaptasi. Kemampuan bertahan tidak tergantung pada kebesaran atau kekuatan, tetapi pada kemampuan menyesuaikan diri dengan perubahan,” tandasnya.

Usai ditetapkan kembali sebagai Ketua Tanfidziah PWNU Kalteng, Wahyudie menyampaikan komitmennya untuk memperkuat peran NU di bidang keagamaan, sosial, dan pendidikan.

“Kami akan memperkuat soliditas internal warga NU di Kalimantan Tengah serta memperluas kontribusi organisasi dalam mendukung pembangunan daerah,” ujarnya.

Ia menegaskan, kepemimpinan ke depan akan difokuskan pada penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas program kerja, serta kolaborasi strategis dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan.

Dengan penetapan tersebut, Wahyudie kembali memikul amanah untuk mengawal peran strategis PWNU Kalteng sebagai pengayom umat dan mitra pembangunan di Bumi Tambun Bungai. ldw/red